Tim peneliti dari University of Maryland dan Burkina Faso melakukan riset untuk memunculkan jamur hasil rekayasa genetika. Jamur, disebut peneliti, ampuh membasmi nyamuk dengan efektif.
"Kami mendemonstrasikan bahwa efektivitas jamur transgenik ini jauh lebih baik daripada jenis [jamur] liar," ujar salah satu peneliti, profesor entomologi di University of Maryland, Rarmond St. Leger, mengutip Science Daily.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Racun itu dikenal dengan istilah hybrid yang berasal dari jaring laba-laba Blue Mountain Australia. Racun ini telah disetujui Environmental Protection Agency (EPA) untuk diaplikasikan langsung pada tanaman untuk pengendalian hama.
Untuk uji coba, tim terlebih dahulu menciptakan desa buatan sebesar 6.500 meter persegi. Kebun itu meniru lingkungan alami nyamuk. "Kami membiarkan nyamuk berkembang biak dan makan di dalam sehingga mereka bisa melengkapi daur hidup mereka," jelas Kepala Laboraturium Entomologi Institute de Recherche en Science de la Sante di Burkina Faso, Diabate Abdoulaye.
Peneliti mengaplikasikan jamur transgenik pada lembaran yang digantung pada dinding desa buatan. Hal itu menyebabkan populasi nyamuk habis dalam waktu 45 hari.
"Dan ini sama efektifnya dalam membunuh nyamuk yang resisten terhadap insektisida," jelas pemimpin studi, Brian Lovett.
Kendati masih dalam tahap awal penelitian, namun temuan ini menjadi harapan anyar jamur basmi nyamuk malaria yang bisa diterapkan dalam kehidupan sebenarnya.
[Gambas:Video CNN] (els/asr)