Bersiap Saksikan 'Drama' Migrasi Hewan di Maasai Mara

CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 19:31 WIB
Bersiap Saksikan 'Drama' Migrasi Hewan di Maasai Mara Kawanan wildebeest di Taman Nasional Serengeti. (Istockphoto/KenCanning)
Jakarta, CNN Indonesia -- Daratan Maasai Mara tak lama lagi bakal diramaikan oleh "reuni" massal binatang liar yang melintasi Taman Nasional Serengeti yang melintang di antara Tanzania dan Kenya untuk migrasi tahunan.

Fenomena migrasi hewan liar tahunan ini membuat peningkatan jumlah pemesanan kamar hotel di sekitar taman nasional, seperti yang dikutip dari Daily Nation pada Kamis (4/7).

Walau jadwal migrasi hewan liar tak bisa diprediksi, namun ada kesamaan pola yang bisa diamati.



Aplikasi HerdTracker dalam situs Discover Afrika memberikan informasi mengenai jenis hewan yang sedang melintasi Maasai Mara.

Dari pengamatan kamera dalam aplikasi tersebut, bulan Agustus menjadi masa di mana kawanan wildebeest melintasi Sungai Mara.

Migrasi hewan yang mirip kerbau ini menjadi salah satu atraksi wisata terpopuler di Kenya.

Melintasi Sungai Mara saat masa tersebut bukan tanpa bahaya, karena perairannya dikuasai kawanan buaya.

Setelah berhasil menyeberangi Sungai Mara, kawanan wildebeest masih harus "berjibaku" dengan kawanan kucing besar mulai dari hyena sampai singa.


Untuk menyaksikan "drama" migrasi ini, turis harus sesegera mungkin memesan penginapan yang beroperasi dengan pemandangan langsung ke Sungai Mara.

Melalui HerdTracker turis juga bisa mendapat informasi mengenai lokasi penginapan yang dekat dengan lintasan migrasi hewan liar.

Musim migrasi di Maasai Mara tahun ini disebut datang satu setengah bulan lebih cepat.

Selain dari penginapan, turis juga bisa menatap keriuhan migrasi hewan liar di sini melalui balon udara.

Setelah menyaksikan kawanan hewan berlarian menuju Sungai Mara, jangan lupa untuk menatap matahari terbenam di bukit Simba Lodge.

Badan Pariwisata Kenya mengatakan kalau tahun ini kawasannya ramai didatangi oleh turis asal Asia yang dirasa semakin tertarik wisata safari.

Namun negara yang menyumbang turis terbanyak ke Kenya masih Amerika Serikat, dengan jumlah 247 ribu sepanjang tahun lalu.


[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)