Studi: Kerja 4 Hari Sepekan Efektif Tingkatkan Produktivitas

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 18/07/2019 05:40 WIB
Studi: Kerja 4 Hari Sepekan Efektif Tingkatkan Produktivitas Ilustrasi pekerja di Jakarta. (Foto: CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berapa hari Anda bekerja dalam sepakan? Rata-rata pekerja Indonesia punya waktu kerja selama lima hari dalam sepekan. Beberapa bahkan bekerja selama enam hari.

Namun, bekerja selama rentang waktu itu tak disebut tak efektif meningkatkan produktivitas kerja. Studi anyar menyebut bahwa hari kerja yang lebih pendek dapat meningkatkan produktivitas dan kesehatan fisik juga mental seorang pekerja.

Survei dilakukan pada 250 perusahaan yang berbasis di Inggris. Survei yang dilakukan oleh Henley Business School ini menyebut, pemangkasan hari kerja dapat berdampak positif bagi seseorang dan lingkungannya.


Dari keseluruhan jumlah, sebanyak 64 persen perusahaan mengadopsi sistem waktu kerja kurang dari lima hari. Secara keseluruhan, pemangkasan hari kerja dapat meningkatkan kualitas hidup pekerja.

Sebanyak 78 persen di antaranya mengaku lebih bahagia, 70 persen dengan tingkat stres yang rendah, dan 62 persen mengaku hanya perlu beberapa hari untuk istirahat lantaran sakit.

Sebanyak 40 persen di antara mereka memanfaatkan hari libur yang lebih banyak untuk berlatih meningkatkan kemampuan. Sementara seperempat lainnya memilih bergabung dengan sejumlah kegiatan sosial.

Profesor Karen Jansen dari Hanley Business School mengatakan, penerapan kerja empat hari dalam sepekan dan pengaturan jam kerja yang fleksibel punya tantangan. Pengaturan kerja fleksibel secara historis dipandang sebagai 'kekhususan' atau sesuatu yang dipimpin oleh organisasi. Namun, kemudian pandangan kian berubah.

"Individu sekarang adalah orang-orang yang mendorong pandangan lebih luas tentang fleksibilitas sebagai cara kerja yang lebih baik dan cerdas," ujar Jansen, mengutip The Independent.

Jansen mengatakan, perlu adanya perubahan untuk mewujudkan lingkungan kerja yang lebih produktif ini. Namun, survei melaporkan sebanyak 73 persen pekerja khawatir untuk membuat perubahan. Sedangkan 45 persen dari mereka khawatir karena waktu libur yang terlalu panjang dan membuat mereka malas. Kendati ada kekhawatiran, mayoritas pekerja mengaku setuju dengan sistem empat hari kerja dalam sepekan. (els/asr)