Segelas Kecil Minuman Jus Tingkatkan Risiko Kanker 18 Persen

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 11/07/2019 22:52 WIB
Segelas Kecil Minuman Jus Tingkatkan Risiko Kanker 18 Persen Ilustrasi jus (Foto: WikiImgaes/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabar buruk muncul kembali untuk penggemar minuman manis seperti jus dan soda. Studi terbaru menemukan, segelas kecil jus atau soda per hari dapat meningkatkan risiko kanker.

Studi yang mengamati lebih dari 100 ribu orang dewasa di Prancis ini mengaitkan konsumsi minuman manis dengan peningkatan risiko kanker. Segelas kecil minuman jus sebanyak 100 ml--atau sekitar sepertiga kaleng minuman bersoda--meningkatkan risiko kanker sebesar 18 persen. Secara spesifik, minuman berpemanis ditemukan meningkatkan risiko kanker payudara sebesar 22 persen.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMJ ini menambah deretan studi serupa lain yang mengaitkan risiko kanker dengan kebiasaan minuman berpemanis.


"Apa yang kami amati adalah bahwa gula benar-benar memicu timbulnya risiko kanker," ujar penulis utama studi, Mathilde Touvier, melansir CNN.

Sama seperti studi-studi sebelumnya, Touvier mengatakan bahwa konsumsi minuman dengan kandungan gula tinggi merupakan faktor risiko obesitas. Pada saat yang sama, obesitas menjadi salah satu pemicu timbulnya kanker.

Penelitian juga menemukan bahwa salah satu zat tambahan dalam minuman berkontribusi terhadap pembentukan kanker. Zat bernama 4-methylimidazole yang ditemukan dalam minuman dengan kandungan pewarna karamel diketahui berperan dalam mengembangkan kanker.

Touvier menyarankan agar masyarakat tetap berpegang pada pedoman kesehatan yang merekomendasi pembatasan minuman bergula maksimal satu gelas per hari.

Peneliti mengamati 101.257 orang dewasa Prancis dengan kondisi fisik sehat. Sebanyak 79 persen perempuan dan 21 persen pria yang rata-rata berusia 42 tahun berpartisipasi dalam studi selama periode sembilan tahun.

Diketahui, rata-rata pria mengonsumsi lebih banyak minuman manis daripada wanita dengan masing-masing angka 90,3 ml dan 74,6 ml per hari. Faktor risiko kanker lain seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, riwayat kanker turunan, status merokok, dan aktivitas fisik dipertimbangkan dalam penelitian ini.

Hasilnya, sebanyak 2.193 kasus kanker didiagnosis pada masa tindak lanjut pertama, rata-rata pada usia 59 tahun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 693 merupakan kanker payudara, 291 kanker prostat, dan 166 kanker kolorektal.

Namun, penelitian masih bersifat observasional dan tidak menunjukkan sebab serta akibat.

"Walaupun penelitian tidak menawarkan hubungan sebab akibat antara gula dan kanker, tapi setidaknya ini mendorong kesadaran masyarakat untuk mengurangi jumlah asupan gula," ujar Touvier.

[Gambas:Video CNN] (asr/asr)