Harapan Baru ODHA, Peneliti Eliminasi Virus HIV pada Tikus

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 14/07/2019 22:57 WIB
Harapan Baru ODHA, Peneliti Eliminasi Virus HIV pada Tikus Ilustrasi HIV/AIDS (Foto: Istockphoto/burakkarademir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selama ini, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menjalani terapi melalui konsumsi obat antiretroviral (ARV). Obat ini tak membasmi, melainkan hanya menekan aktivitas dan kembang biak virus. Namun, kini ada harapan baru virus dapat dibasmi.

Howard Gendelman dari University of Nebraska Medical Center (UNMC) dan Kamel Khalili dari Temple University bekerja sama menciptakan teknologi yang bisa mengeliminasi seluruh virus HIV pada badan tikus yang terinfeksi.

Pada masa awal, keduanya melakukan riset di laboratorium berbeda. Gendelman melakukan percobaan pada teknologi laser art yakni ARV yang bekerja lambat untuk menekan replikasi virus.


Sedangkan Khalili terus meneliti CRISPR selama lima tahun. Alat ini digunakan untuk mengeliminasi sisa sel dari DNA.

Langkah selanjutnya adalah menyatukan kedua teknologi. Tim melakukan tes pada tikus yang dibuat tak ubahnya manusia. Tikus mampu memproduksi sel T yang terjangkit HIV.

Tikus mendapatkan intervensi obat ARV yang telah dimodifikasi. Obat melepaskan zat dengan lambat dan menargetkan jaringan limpa, sumsum tulang, dan otak di mana kelompok virus HIV yang tidak aktif kemungkinan muncul.

Langkah berikutnya, CRIPSPR digunakan untuk mengeliminasi sel yang terinfeksi pada DNA tikus. Hingga studi selesai, peneliti bisa mengeliminasi virus pada total 9 dari 23 tikus.

Menurut Gendelman, perlu waktu tahunan untuk membersihkan virus. Tim harus memeriksa tiap celah jaringan tikus tempat sel terinfeksi mengintai. Meski panjang, tetapi ini memunculkan harapan baru.

[Gambas:Video CNN] (els/asr)