Flu Singapura yang Menyerang Kaki, Tangan, dan Mulut Anak

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 12/07/2019 19:02 WIB
Flu Singapura yang Menyerang Kaki, Tangan, dan Mulut Anak Ilustrasi (Foto: Istockphoto/KatarzynaBialasiewicz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyakit flu Singapura menyerang Kota Medan, Sumatera Utara. Sejumlah anak di beberapa kecamatan dikabarkan telah terjangkit penyakit yang menyerang kaki, tangan, dan mulut ini.

Kasus ini menjadi perhatian serta pengawasan Dinas Kesehatan Medan. "Antisipasi tetap pada kewaspadaan dan siaga petugas di pelayanan dengan keluhan spesifik," tulis Dinkes Medan dalam keterangannya, Kamis (11/7), mengutip Antara.

Penyakit ini merupakan bentuk infeksi yang sangat menular. Ia disebabkan oleh virus coxsackie yang berasal dari genus Enterovirus. Mengutip Healthline, virus umumnya menyebar melalui kontak langsung dengan tangan kotor atau permukaan apa pun yang terkontaminasi dengan tinja.

Penyakit yang dikenal dengan istilah hand, foot, and mouth disease ini juga bisa ditularkan melalui kontak air liur dan sekresi pernapasan orang yang terinfeksi.

Sederet gejala awal menandai penyakit flu Singapura. Pada tahap awal, seseorang akan mengalami gejala demam dan rasa sakit pada tenggorokan yang disertai pula nyeri pada bagian kepala. Gejala akan diikuti dengan menurunnya nafsu makan.

Satu atau dua hari setelah gejala awal muncul, penderita akan mengalami lecet atau luka yang melepuh pada bagian mulut. Ruam merah pada bagian kaki dan tangan juga akan muncul menyertai. Gejala umumnya akan berkembang selama tiga hingga tujuh hari setelah infeksi.

Dalam kebanyakan kasus, flu akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari. Pengobatan yang diberikan hanya ditujukan untuk meringankan gejala-gejala yang muncul.

Komplikasi paling umum yang mungkin muncul dari penyakit ini adalah dehidrasi. Dehidrasi timbul akibat luka pada mulut dan tenggorokan yang membuat penderita kesulitan untuk menelan air.

Meski bisa terjadi pada siapa saja, namun penyakit ini lebih banyak menyerang anak-anak berusia di bawah lima tahun. Risiko akan meningkat di area publik seperti tempat penitipan anak.

Sering mencuci tangan dan menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi akan membantu mengurangi risiko flu Singapura pada anak.

[Gambas:Video CNN]


(asr/asr)