Stan Smith, Legenda Tenis yang Jadi Raja Sneakers

tim, CNN Indonesia | Kamis, 18/07/2019 16:05 WIB
Stan Smith, Legenda Tenis yang Jadi Raja Sneakers Stan Smith (Andrew Toth/Getty Images for adidas Originals/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada peristiwa langka saat Wimbledon lalu. Di pertandingan tenis saat itu, Kate Middleton bertemu dengan petenis legendaris Stan Smith.

Tak sekadar bertemu, Smith bahkan memberikan sepatu tenis dengan tanda tangan aslinya untuk Pangeran Louis. Sepatu ini juga dilengkapi dengan catatan khusus dari Smith 'To Louis' yang dituliskan dengan tinta emas di bagian kirinya.

Bukan tanpa alasan mengapa hadiah ini istimewa. Kate dan William yang adalah penggemar tenis tentunya mengenali bahwa Smith adalah salah satu petenis hebat dunia.

Ketika melakukan kolaborasi dengan Adidas, mantan petenis nomor wahid dunia asal Amerika, Stanley Roger Smith atau kerap disapa 'Stan Smith' merasa aneh setelah melakukan kolaborasi dengan sepatu kets tersohor, Adidas. Pasalnya, wajah Smith terpampang di bagian 'lidah' sepatu. 



"Saya rasa ini cukup aneh melihat wajah saya sendiri berada di sepasang sepatu kets," kata Stan Smith kepada Esquire

"Anda ingin dengar sesuatu yang lucu?" kata Smith.

"Saya berada di Royal Box di Wimbledon tiga tahun lalu. Tiba-tiba Hugh Grant datang entah dari mana. Dia menoleh dan berkata pada saya, 'Saya mengenakan sepatu Anda ketika pertama kali mencium seorang gadis?!' Saya tidak tahu kenapa, tetapi saya merasa orang-orang sepertinya merasa terhubung dengan saya melalui sepatu ini."

Setelah berkolaborasi selama beberapa dekade, sepatu ini menjadi saksi bisu perjalanan hidup Smith dari seorang pemain tenis hingga menjadi raja sepatu kets.

Adidas Stan Smith merupakan sepatu tenis klasik Adidas yang lebih dikenal dengan warna putih hijaunya. Menurut perkiraan, Stan Smith telah menjual lebih dari 50 juta pasang sepatu sejak pertama dirilis pada 1971. Seri Adidas trainer ini juga dikatakan menjadi yang paling populer sepanjang masa.  

Sepatu Stan SmithFoto: (AFP PHOTO / MIGUEL MEDINA)
Sepatu Stan Smith

"Stan adalah sneaker Adidas dengan penjualan tertinggi untuk alasan yang sangat bagus," kata Simon Wood, pendiri publikasi Trainer Sneakerfreaker.

"Ini adalah desain sepatu kets paling klasik dan dasar desain sepanjang masa. Menarik sekali. Dibutuhkan banyak kecerdasan sederhana untuk menjadi sesederhana ini dan tetap terlihat menawan.

Tak cuma Wood yang memuja sepatu Stan Smith. Sepatu ini juga disebut-sebut sebagai alas kaki yang paling laris.

"Kami telah melihat Stan Smith menjadi salah satu gaya alas kaki yang paling konsisten dan terlaris selama sekitar enam bulan terakhir," kata James Trivunovic, pembeli di END Clothing.

"Ini semua berkat pertumbuhan penjualan organik tanpa dorongan pemasaran atau media sosial."

"Tidak ada lebih dari segelintir sepatu di luar sana hingga saat ini yang bisa Anda katakan seperti itu."


Hidup Smith

"Hidup saya," kata Smith, "telah ditandai dengan keberuntungan. Ketika berusia 16 tahun, saya memiliki empat kesuksesan: menjadi pemain nomor satu di Amerika, memenangkan Wimbledon, memenangkan Piala Davis dengan Amerika, dan menjadi pemain nomor satu dunia."

Di tahun 1972, saat Smith meraih juara Davis Cup keempat kalinya sebagai pemain tunggal terbaik dunia, dia sedang didekati oleh Adidas. Alasan Adidas menginginkan Smith untuk menjadi brand ambassadornya saat itu adalah mereka menginginkan seseorang yang mampu membawa Adidas meroket di Amerika. Secara kebetulan, karier Smith yang meroket dan berada di puncak popularitas tenis. 

Saat pertemuannya dengan pihak Adidas, Horst Dassler, agen Smith menegoisasikan gambar wajah Smith untuk muncul di lidah sepatu. Lalu seri sepatu tersebut resmi berubah menjadi 'Stan Smith' di tahun 1978. 

Namun, sebelum kolaborasinya dengan Stan Smith, seri sepatu ini awalnya bernama Robert Haillet, sesuai dengan nama pemain Perancis pada tahun 1965. Nama ini dipilih oleh Horst Dassler dengan harapan mampu menjadi pelopor sepatu tenis yang sedang berkembang. Saat 1971 Haillet pensiun, Horst mencari brand ambassador baru untuk mendukung sepatu ini dengan sedikit pembaharuan.

Setelah sepatunya dirilis, Smith segera bertanding dengan lawan yang memakai sepatu dengan gambar wajahnya di lidah sepatu.

"Saya pikir tidak pantas bagi orang untuk memukul saya dengan sepatu itu," Smith tertawa.


"Jika mereka mengenakan sepatu saya, saya pikir mereka ingin memukul saya lebih jauh lagi!"

"Saya masih memakainya setiap hari," kata Smith, menatap sepatu latihan miliknya.

"Saya melihatnya sebagai gaya yang global. Ini terkenal di Jepang. Saya pernah meminta seorang pria mendatangi saya di sana dan mengatakan dia memakai sepatu saya setiap hari selama 20 tahun terakhir! Saya sudah menyebutkan Paris, kan? Saya pikir mereka melihatnya sebagai gaya Prancis karena Haillet. Mereka masih tidak akan membiarkan saya memakainya di Royal Box di Wimbledon, meskipun!"

Sampai saat ini, Smith telah menjalani hidup yang indah. Setelah puasa dengan 17 tahun berkarier dan resmi pensiun sejak 1985 lalu, dia sudah memiliki 4 orang anak dan 14 cucu. Kini, dia mendirikan sekolah tenis pribadinya dan menjadi presiden Tenis Internasional Hall of Fame. Meski servis mungkin sudah tidak seperti dulu.

"Saya masih menikmati memukul bola." Kata Smith.

"Saya masih bermain secara teratur." (nad/chs)