Hari Anak Nasional 2019

Kasus Narkoba Nunung, Tak Ada 'Dosa Turunan' ke Anak

tim, CNN Indonesia | Selasa, 23/07/2019 18:17 WIB
Kasus Narkoba Nunung, Tak Ada 'Dosa Turunan' ke Anak ilustrasi bully (Istockphoto/Serghei Turcanu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus narkoba yang menjerat komedian Nunung ternyata juga menyeret anaknya. Isu yang beredar, karena perbuatan orang tuanya, anak Nunung dibully di sekolahnya.

KPAI bahkan sudah bertemu dengan pihak sekolah terkait kondisi anak dari komedian Nunung. 

Pihak sekolah pun memberikan penjelasan bahwa kondisi si anak masih ceria dan bisa bergaul dengan baik dengan temannya. Namun KPAI dan pihak sekolah tetap merasa berkewajiban untuk melindungi anak tersebut dari kemungkinan adanya perundungan. 


"Sebenarnya ini kasus yang biasa, namun karena yang terjerat adalah pesohor maka menjadi ini hal yang seperti luar biasanya," kata Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan. 


Retno menyebut tak hanya kasus ini saja yang berdampak pada anak. Masih banyak anak dari pesohor lain yang terjerat kasus seperti korupsi dan lain sebagainya menjadi korban. 

Hal ini sangat disayangkan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Banyaknya laporan kasus perundungan terhadap anak akibat perilaku orang tuanya membuat KPAI perlu menegaskan beberapa poin penting untuk masyarakat. 

"KPAI mengingatkan bahwa di Undang-Undang Perlindungan Anak Pasal 59, poin terakhir menyebutkan bahwa anak penting untuk mendapat perlindungan khusus, diantaranya adalah anak korban akibat perbuatan orang tuanya," kata Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati menjelaskan dalam pertemuan di Gedung KPAI, Selasa (23/7).

Meski orang tuanya pelaku tindak pidana dan lain sebagainya, perlu diingat bahwa "dosa turunan tidak pernah ada," tegas Rita. 

Sikap orang tua menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Ini menyangkut dampaknya yang besar pada anak. Secara tidak langsung ini akan menimbulkan ketidakpercayaan diri pada si anak. 

Tak hanya menghilangkan kepercayaan diri anak, anak bahkan bisa terganggu psikologisnya. Bahkan menjadikan dirinya engga bergaul dengan lingkungan sekitar. 
 
Tentu karena banyaknya stigma yang melekat dari lingkungan sekitar pada anak akibat perilaku orang tuanya.


Rita menyayangkan masih banyaknya anak yang menjadi korban perundungan akibat perbuatan orang tuanya. Dia menegaskan bahwa anak-anak tersebut harus tetap tumbuh sesuai dengan usia tumbuh kembangnya. 

"Ini adalah upaya KPAI untuk melakukan perlindungan terhadap anak-anak yang orang tuanya menjadi pelaku atau mengalami proses hukum karena sering kali stigma melekat pada anak," kata Rita.

Ini menjadi catatan penting yang membutuhkan aksi dan peran dari masyarakat sendiri untuk menghilangkan stigma perilaku buruk orang tua terhadap anaknya.

(nad/chs)