Mengurai Fakta di Balik Sit Up Bisa Kecilkan Perut Buncit

tim, CNN Indonesia | Jumat, 02/08/2019 16:36 WIB
Mengurai Fakta di Balik Sit Up Bisa Kecilkan Perut Buncit ilustrasi perut buncit (Istockphoto/turk_stock_photographer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak ada orang yang ingin punya perut buncit. Pasalnya perut buncit dianggap akan mengurangi penampilan seseorang.

Hanya saja sayangnya, mengecilkan perut buncit tidaklah mudah. Olahraga 'biasa' masih sulit untuk menghilangkan perut buncit.

Konon katanya, sit up adalah salah satu cara ampuh untuk menghilangkan si perut buncit. Namun benarkah ini terbukti?


Kenyataannya tidak juga. Sit up tak semudah itu bisa melunturkan lemak perut. Lemak perut termasuk dalam golongan lemak yang sulit untuk dikurangi. Bagi beberapa orang area abdominal ini menyimpan sebagian besar lemak berlebih. 


Mengurangi lemak di perut butuh waktu yang lama. Faktanya, hanya melakukan latihan sit up saja tidak bisa membantu mengurangi lemak di perut. 

Melakukan latihan hanya untuk menghilangkan satu bagian lemak sangat tidak efektif. Ketika berolahraga, tubuh tidak bisa memilih lemak bagian mana yang akan dihilangkan. Namun tidak berarti sit up hanya buang-buang waktu. 

Mengutip Very Well Fit, latihan abdominal seperti sit up atau abdominal crunch berfungsi untuk mengencangkan otot perut. 

Sit up berpengaruh pada penampilan bagian perut. Karenanya, sit up berfungsi untuk membangun otot-otot. Namun untuk benar-benar bisa mengecilkan lemak perut dan menyingkirkan perut buncit, yang Anda butuhkan bukan cuma sit up, tapi juga program pengurangan lemak.

Rektus abdominis adalah otot utama yang ditargetkan dengan sit-up. Meskipun bisa membuat otot ini lebih kuat, tetapi tidak bisa membakar lemak perut dengan melakukan ratusan repetisi sehari.


Studi paling definitif tentang topik ini (dan hanya satu-satunya) diselesaikan pada pertengahan 1980-an. Melansir berbagai sumber, para peneliti studi tersebut meminta 13 pria untuk melakukan 5.000 sit-up selama 27 hari. 

Sebelum dan sesudah melakukan ab-athon, tim mengambil biopsi lemak dari perut, pantat dan punggung masing-masing. Hasilnya, tidak hanya lemak perut saja yang berkurang, tetapi ketiganya. 

Ini menunjukkan, saat melakukan latihan, tubuh menarik seluruh cadangan lemak bukan hanya satu titik. 

Perut hanya sekelompok otot yang sangat kecil yang berarti tidak membutuhkan banyak bahan bakar untuk latihan. Sit up yang dilakukan hanya menggunakan sebagian kecil bahan bakar yang diperlukan selama latihan. Tidak seperti latihan squat atau deadlifts yang membutuhkan kelompok otot lebih besar. 

(nad/chs)