Olahraga Intensitas Tinggi Tak Terlalu Diperlukan

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 16/04/2019 09:17 WIB
Olahraga Intensitas Tinggi Tak Terlalu Diperlukan Ilustrasi (morgueFile/jzlomek)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat berolahraga, detak jantung dan pernapasan Anda akan meningkat dan mengantarkan oksigen dalam jumlah besar dari paru menuju aliran darah.

Denyut jantung dan intensitas olahraga berhubungan langsung dan linier: semakin intens olahraga yang dilakoni, semakin tinggi denyut jantung.

Saat berolahraga dengan intensitas tinggi, Anda akan mencapai denyut jantung maksimal. Namun, berolahraga dengan intensitas tinggi dan denyut jantung maksimal tak selalu baik bagi tubuh.


"Intensitas tinggi ini jarang dapat dipertahankan dan dengan sendirinya meniadakan potensi manfaat latihan," tulis ahli fisiologi dari Curtin University, Amerika Serikat, Angela Spence, mengutip CNN.

Sel-sel otot membutuhkan dua bahan utama seperti glukosa yang berfungsi sebagai bahan bakar dan oksigen. Otot sangat bergantung pada pembuluh darah untuk memberikan nutrisi dan oksigen yang diperlukan tubuh.

"Semakin banyak otot yang digunakan dalam berolahraga, semakin banyak darah yang didistribusikan ke jaringan aktif," kata Spence.

Ketika olahraga dilakukan dalam intensitas tinggi, otot mulai memproduksi laktat. Meski berfungsi sebagai bahan bakar, namun laktat akan menumpuk dan mengganggu fungsi sel saat produksi melebihi metabolisme.

Titik di mana laktat mulai menumpuk dikenal dengan istilah ambang laktat. "Olahraga apa pun yang dapat dipertahankan dengan nyaman biasanya berada di bawah ambang batas ini," kata Spence.

Dalam pedomannya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan orang dewasa 18-64 tahun berolahraga intensitas sedang setidaknya 150 menit dalam sepekan. Tak perlu sulit, Anda bisa hanya dengan berjalan kaki, melakukan pekerjaan rumah, atau berlari dan bersepeda santai.

'Resep' ini menghadirkan banyak manfaat bagi tubuh. Dengan olahraga rutin, Anda akan terhindar dari risiko berbagai penyakit kronis seperti gangguan jantung, hipertensi, stroke, diabetes, kanker, dan depresi.

[Gambas:Video CNN] (asr/asr)