Gejala Serangan Jantung yang Sering Dianggap Sepele

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 02/08/2019 13:22 WIB
Gejala Serangan Jantung yang Sering Dianggap Sepele Gejala serangan jantung sebaiknya jangan dianggap sepele. (Foto: Istockphoto/Zinkevych)
Jakarta, CNN Indonesia -- Serangan jantung terjadi saat aliran darah yang membawa oksigen tiba-tiba tersumbat. Biasanya yang menutup jalan aliran darah ialah timbunan lemak, kolesterol, dan substansi lain yang mengeras di pembuluh arteri.


Terkadang, plak terpecah dan menjadi serpihan sehingga bisa mengganggu aliran darah atau merusak bagian otot jantung. Meski kerap terjadi tiba-tiba, serangan jantung sebenarnya memiliki gejala awal.

Oleh karena itu, sebelum semuanya terlambat jangan anggap sepele gejala serangan jantung agar lekas mendapatkan penanganan yang tepat.


1. Rasa tak nyaman pada dada
Salah satu gejala serangan jantung adalah rasa tak nyaman pada area dada. Rasa tak nyaman ini seperti sensasi ditekan, berat, maupun nyeri. Rasa tak nyaman ini diakibatkan pembuluh arteri yang mulai tertutup.

Sensasi rasa tak nyaman pada area dada bisa bervariasi pada masing-masing orang. Biasanya rasa tak nyaman bisa berlangsung dalam hitungan menit saat istirahat atau saat melakukan pekerjaan yang berat.

2. Mudah lelah

Gejala Serangan Jantung yang Sering Dianggap SepeleWaspadalah jika merasa cepat lelah meski melakukan kerja ringan. Sebab bisa jadi itu gejala lemah jantung. (Foto: Istockphoto/MStudioImages)

Rasa lelah dianggap wajar setelah melakukan aktivitas. Pun demikian saat orang kekurangan pasokan zat besi. Namun jika cepat merasa lelah padahal aktivitas tak seberapa berat bisa jadi ini gejala serangan jantung.

Juru bicara American Heart Association Vincent Bufalino menuturkan orang yang berpotensi terkena serangan jantung biasanya akan merasakan perbedaan signifikan di tubuhnya. Misal, awalnya tak masalah mengangkut belanjaan dari supermarket ke mobil kemudian jadi persoalan sebab timbul rasa lelah yang luar biasa.

3. Kepala pening
Ada banyak hal yang menyebabkan orang kehilangan keseimbangan akibat kepala pening. Bisa saja karena tidak cukup minum, tekanan darah rendah, atau cuaca panas.

Akan tetapi jika rasa pening tiba-tiba muncul disertai rasa tak nyaman pada dada dan napas pendek, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter. "Ini bisa berarti tekanan darah drop karena jantung tidak bisa memompa seperti seharusnya," kata Bufalino seperti dikutip dari WebMD.

4. Mendengkur

Gejala Serangan Jantung yang Sering Dianggap SepelePendengkur mempunyai risiko lebih besar mengalami penebalan arteri karotis dibanding perokok
maupun penderita obesitas sekalipun (Foto: Istockphoto/tommaso79)

Rasa lelah yang tak tertahankan kerap membuat orang tidur mendengkur. Namun waspadai bila suara ngorok cukup keras dan mengganggu, sebab bisa merupakan gejala sleep apnea.

Sleep apnea terjadi saat napas tiba-tiba berhenti selama beberapa saat dalam kondisi masih tertidur. Gangguan tidur ini bisa menimbulkan tekanan ekstra pada jantung.

5. Bengkak pada kaki
Saat jantung tidak bisa memompa darah dengan efektif maka akan timbul bengkak pada area kaki. Bengkak disebabkan jantung tidak bisa memompa darah cukup cepat sehingga darah tertumpuk di pembuluh vena.

Kondisi gagal jantung pun bisa membuat ginjal kesulitan mengeluarkan cairan dan garam berlebih dari tubuh sehingga timbul bengkak.

6. Batuk yang sulit sembuh
Gejala Serangan Jantung yang Sering Dianggap SepeleBila batuk tidak kunjung sembuh selama delapan minggu atau lebih, segeralah periksa ke dokter. (Foto: Istockphoto/Koldunov)

Secara umum, batuk bukan merupakan gejala masalah jantung. Namun bagi orang yang sudah memiliki penyakit jantung, batuk harus mendapat perhatian lebih.

Jika batuk berlangsung lama dan mengeluarkan lendir berwarna putih atau pink, ini bisa jadi gejala serangan jantung. Jantung tidak bisa memenuhi permintaan darah oleh tubuh sehingga darah bocor ke area paru-paru. 

7. Rasa sakit hingga ke lengan
Rasa sakit pada dada sebelah kiri bisa menjalar ke area tubuh sebelah kiri. Gejala serangan jantung pun bisa ditandai dengan rasa sakit pada lengan.

"Ini nyaris selalu dimulai dari dada kemudian menyebar ke luar. Saya punya pasien yang merasakan sakit terutama pada bagian lengan, ternyata itu serangan jantung," ujar direktur Cardiac Catheterization Laboratory, Penn State Hershey Heart and Vascular Institute, Pennsylvania, Amerika Serikat, Charles Chambers.
(els/fef)