Kacang Hingga Ubi, Sederet Makanan 'Harian' Bisa Cegah Kanker

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 30/10/2019 11:52 WIB
Kacang Hingga Ubi, Sederet Makanan 'Harian' Bisa Cegah Kanker Ilustrasi. Ada sederet makanan sehari-hari yang dapat membantu tubuh dalam melawan sel kanker. (Unsplash/Juan Jose Valencia Antia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pepatah you are what you eat atau Anda adalah apa yang Anda makan, memang benar adanya. Terutama sebagai salah satu upaya dalam pencegahan kanker.

William Li, praktisi kesehatan sekaligus penulis buku Eat to Beat Disease menyebut, 40 persen kanker bisa dicegah dengan diet dan perubahan gaya hidup.

Oleh karena itu, pilihan makanan begitu penting untuk mencegah, mengobati bahkan melawan kanker.



Berikut sederet makanan yang dapat membantu tubuh dalam mencegah berkembangnya sel kanker.

1. Kacang
"Kacang-kacangan mengandung polifenol yang bisa memperkuat sistem imun untuk melawan kanker. Kacang juga memiliki asam omega 3 sehat yang bisa membunuh sel kanker dengan memotong suplai darah," tulis Li dalam laman Food Revolution.

Beberapa riset pun mengamini bahwa kacang-kacangan memang ampuh lawan kanker. Riset yang diterbitkan British Journal of Nutrition menunjukkan bahwa orang yang banyak mengonsumsi kacang, mengalami penurunan risiko kanker bahkan risiko kematian ketimbang mereka yang makan sedikit atau tidak makan kacang sama sekali.

Pada studi lain, mereka yang mengonsumsi dua genggam kacang dari tiga jenis kacang per minggu, punya risiko 46 persen lebih rendah untuk terkena kanker. Li menyebut ada beberapa jenis kacang yang bisa dimasukkan dalam daftar camilan harian seperti kacang kenari, almond, hazelnut, kacang mete, pistachio dan kacang Brazil.

2. Biji-bijian
Selain kacang, biji-bijian pun bisa mencegah kanker. Anda bisa mengonsumsi kacang polong, ercis, juga lentil untuk menurunkan risiko kanker.

Sebuah meta analisis dari 14 studi menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi biji-bijian dalam jumlah besar dengan penurunan risiko kanker kolon atau usus besar.

3. Tomat masak
Di balik rasa asam dan manisnya tomat, rupanya tomat bisa berkontribusi pada penurunan risiko kanker.

Tomat mengandung likopen yang berguna untuk melindungi DNA dari kerusakan. Likopen seperti membentuk tameng untuk mencegah sel kanker merusak DNA.

Untuk meningkatkan kandungan likopen, tomat baiknya dimasak sebelum dikonsumsi. Studi menunjukkan, pria yang makan dua hingga tiga cangkir tomat matang dua kali per minggu, bisa menurunkan risiko kanker hingga 30 persen.

4. Matcha
Matcha, salah satu jenis teh hijau asal Jepang, kini banyak ditemukan dalam berbagai olahan makanan, minuman, bahkan kosmetik. Selain rasanya yang unik, matcha ternyata memiliki khasiat untuk melawan kanker.

Matcha mampu melawan kanker payudara dengan memotong jalur 'bahan bakar' untuk jaringan sel kanker. Tanpa suplai 'bahan bakar' atau nutrisi, jaringan sel kanker tidak bisa memproduksi lebih banyak sel kanker.


5. Kentang ungu
Kentang ungu bisa jadi senjata untuk melawan kanker terutama kanker kolon. Melansir dari Medical News Today, studi pada babi menemukan, diet tinggi kalori dengan kentang ungu dapat menurunkan kadar interleukin-6 (IL-6). IL-6 merupakan protein penyebab inflamasi dan meningkatkan risiko kanker usus.

Salah satu peneliti dalam studi yang juga merupakan profesor ilmu pangan di Pennsylvania State University, Jairam K.P. Vanamala menyebut, hasil riset memperkuat anggapan bahwa sayur-sayuran dengan warna cerah berkontribusi pada kesehatan usus yang lebih baik.


[Gambas:Video CNN] (els/ayk)