Wanita Lebih Multitasking Ketimbang Pria Hanya Mitos

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 15:24 WIB
Wanita Lebih <i>Multitasking</i> Ketimbang Pria Hanya Mitos Sebuah studi membantah anggapan bahwa wanita lebih multitasking ketimbang pria.Foto: robarmstrong2/Pixabay
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggapan bahwa wanita lebih multitasking ketimbang pria membuat sejumlah peneliti mencari tahu kebenarannya.

Hasilnya, sebuah studi baru menemukan bahwa wanita ternyata tidak lebih baik ketimbang pria dalam menangani banyak pekerjaan di waktu yang sama.

Studi yang diterbitkan pada jurnal PLOS One tersebut justru menunjukkan bahwa otak pria lebih efisien untuk mengerjakan tugas berbeda dalam satu waktu. Ini membantah gagasan yang selama ini menyatakan jika wanita lebih baik dalam mengatasi 'kekacauan' ketimbang pria.



Leah Ruppanner, Profesor bidang Sosiologi di University of Melbourne mengatakan bahwa anggapan wanita lebih efisien ketika mengerjakan tugas yang berbeda dalam satu waktu adalah sebuah mitos.

"Pendapat publik masih menganggap wanita lebih efisien, padahal tidak ada bukti dan penelitian yang menunjukkan hal tersebut," katanya dilansir dari Medical Diary.

Untuk mendapatkan hasil tersebut, peneliti berhasil mengumpulkan 48 pria dan wanita untuk diuji kemampuan mereka dalam bekerja. Hasil tersebut bisa menunjukkan seberapa cepat dan akurat seseorang menyelesaikan tugas.

"Pria dan wanita bersaing menggunakan bagian otak yang sama dan ini membuat multitasking sangat sulit. Bagaimanapun, otak bekerja pada satu proyek di satu waktu," tegasnya.

Usai masa penelitian berakhir, peneliti tidak tidak mendapatkan perbedaan signifikan antara kinerja kedua gender tersebut. Artinya, baik wanita dan pria mendapatkan nilai yang sama, tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk dalam multitasking.

Perbedaan hanyalah dalam hal kebersihan. Wanita didapati lebih unggul dalam hal kebersihan saat melalukan multitasking. Dalam mengerjakan beberapa jenis pekerjaan pun, pria didapati lebih efisien ketimbang wanita.

Melalui studi ini, peneliti menyarankan kepada masyarakat, perusahaan, keluarga, dan pemerintah untuk mengubah pola pikir yang menganggap bahwa wanita lebih tepat diberi banyak pekerjaan sekaligus.


Ia juga menambahkan bahwa asumsi wanita lebih multitasking di tempat kerja harus diubah dalam sebuah perusahaan.

Temuan ini muncul seiring dengan maraknya kesetaraan gender yang sedang terjadi.


[Gambas:Video CNN] (dir/ayk)