Mengenal Glaukoma, Penyakit Mata yang Diderita Thareq Habibie

tim, CNN Indonesia | Senin, 16/09/2019 16:43 WIB
Ilham Akbar Habibie mengungkapkan bahwa Thareq Kemal Habibie menderita penyakit mata bernama glaukoma sehingga harus menutup sebelah matanya. Thareq Kemal Habibie menderita glaukoma (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rasa penasaran mengapa putra bungsu almarhum BJ Habibie, Thareq Kemal Habibie memakai penutup mata di sebelah kanan seperti Nick Fury terjawab sudah.

Putra pertama Ilham Akbar Habibie mengungkapkan bahwa adiknya menderita penyakit mata.

"Penyakitnya retina, kalau kornea bukan penyakitnya Thareq, kalau kita pakai bahasa kekinian itu adalah hoaks, tidak mungkin (menyembuhkan kerusakan retina mata dengan cara donor), mungkin dengan cara yang lain, dan itu belum di temukan," kata Ilham Habibie di Jakarta, dikutip dari Antara.


Penyakit yang diderita oleh adiknya itu menurut dia bernama glaukoma yakni penyakit yang merusak bagian retina mata.

"Itu tidak bisa digantikan, dengan teknologi hari ini tidak bisa, sekali rusak selalu rusak, belum ada metode pengobatannya," kata dia.


Berbeda dengan kerusakan mata di bagian kornea, hal itu kata Ilham masih mungkin untuk disembuhkan dengan metode pengobatan saat ini.

Penyakit yang diderita Thareq tersebut disebabkan karena penyakit gula atau diabetes yang sudah dideritanya bertahun-tahun.

Lalu apa sebenarnya glaukoma, penyakit yang menyerang mata Thareq Habibie ini?

Mengutip Alodokter, glaukoma adalah kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata karena sistem aliran cairan mata (aqueous humour) ke dalam pembuluh darah.

Sebenarnya, cairan mata ini berfungsi untuk menjaga bentuk mata, memasok nutrisi, dan membersihkan kotoran mata.

Namun beberapa gangguan dan serangan penyakit akan menyebabkan penimbunan cairan mata dan meningkatkan tekanan pada bola mata. Hal inilah yang kemudian merusak saraf optik mata.

Mengutip beberapa sumber, glaukoma adalah penyakit yang umum terjadi dan berpotensi menyebabkan kebutaan.


Ada beberapa penyebab glaukoma. Salah satunya adalah kelainan gen. Beberapa faktor sekunder menjadi penyebab glaukoma misalnya cedera akibat paparan zat kimia, infeki, radang, penyumbatan pembuluh darah. Beberapa penyakit seperti diabetes, jantung, hipertensi, dan penyakit sel sabit.

Orang dengan diabetes 40 persen lebih berisiko terkena glaukoma dibanding yang tak punya riwayat diabetes. Semakin lama mengidap diabetes, maka risiko makin tinggi, apalagi jika ditambah dengan usia yang makin tua (di atas 60 tahun).

Thareq Kemal HabibieFoto: CNN Indonesia/Andry Novelino
Thareq Kemal Habibie

Penderita diabetes juga lebih mungkin mengidap glaukoma jenis tertentu, yang disebut neovascular glaucoma. Glaukoma yang tumbuh di iris mata.

Selain itu ada juga jenis penyakit mata yang lainnya, yaitu glaukoma sudut terbuka, sudut tertutup, tekanan normal, sekunder, dan kongenital.

Gejala glaukoma

Gejala penyakit mata seperti yang dialami Thareq Habibie ini berbeda-beda, tergantung pada orangnya dan jenis glaukoma yang dideritanya.

Beberapa gangguan umum yang muncul adalah penglihatan yang semakin kabur, punya sudut buta (blind spot), kelainan pada pupil mata (misalnya ukurannya tak sama), sampai ada lingkaran warna pelangi ketika melihat ke cahaya terang.


Pengobatan

Ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengobati glaukoma seperti Thareq Habibie. Pengobatan ini dilakukan untuk mencegah kebutaan total dan mengurangi gejalanya.

Salah satunya adalah dengan obat tetes mata. Namun ini bukanlah obat tetes mata yang sama dengan tetes mata biasa. Beberapa yang sering diresepkan adalah travoprost, bimatoprost, timolol, dorzolamide, pilokarpin, dan lainnya.

Sedangkan untuk pencegahannya, salah satu cara termudah untuk dilakukana dalah dengan minum teh.

Menurut penelitian yang dilakukan di University of California Los Angeles, peminum teh 74 persen berisiko lebih kecil untuk mengalami glaukoma.

Mengutip Medical News Today, kepala penulis studi Connie Wu dan koleganya menganalisis data dari 2005-2006 lewat National Health and Nutrition Examination Survei terhadap 10 ribu orang. Data tahun tersebut dipilih karena memiliki diagnosis glaukoma.

Mereka juga melakukan penelitian dengan mengecek berbagai faktor potensial lain termasuk riwayat kesehatan diabetes dan kebiasaan merokok.

ilustrasi mataFoto: Istockphoto/ia_64
ilustrasi mata


"Orang yang minum teh panas setiap hari akan mengurangi kemungkinan didiagnosis glaukoma," kata Anne Coleman, seorang profesor yang melakukan studi tersebut dikutip dari Mirror.

"Menariknya, keterkaitan ini tidak teramati pada konsumsi es teh atau teh panas decaffeinated."

Dia mengungkap bahwa hal ini mungkin terjadi karena adanya flavonoid di dalam teh. Kandungan flavonoid ini dianggap bisa membantu mencegah kanker, penyakit kardiovaskular, dan diabetes.

(chs)