5 Tips Mengurangi 'Kecanduan' Mi Instan

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 18/09/2019 18:05 WIB
5 Tips Mengurangi 'Kecanduan' Mi Instan Ilustrasi mi instan. (Foto: Chris_KIM/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mi instan kerap menjadi pengganti makanan 'rumahan' karena cara memasak yang cepat dan praktis. Cukup tiga menit, mi instan dengan rasa yang 'khas' bisa segera dinikmati.

Mi instan sebenarnya aman bila di konsumsi sesekali. Mi instan umumnya mengandung karbohidrat, zat besi, vitamin B dan mangan, mengutip Healthline. Namun, mi instan tidak mengandung serat, protein, vitamin, dan mineral penting lainnya. Sehingga bila dikonsumsi terlalu sering, apalagi sampai menggantikan menu rumahan, maka tubuh berisiko kekurangan nutrisi. Nutrisi yang kurang dapat membuat imun tubuh menurun sehingga rentan terjangkit penyakit.

Selain itu, mi instan juga mengandung MSG, garam tinggi, serta pengawet. Sedangkan konsumsi garam tinggi secara berkepanjangan dapat membahayakan kesehatan. Penyakit yang terkait dengan konsumsi garam tinggi ialah penyakit pembuluh darah seperti penyakit hipertensi dan jantung.



Walau begitu, tak dimungkiri bahwa rasa 'khas' mi instan kerap membuat 'candu'. Berikut sejumlah tip mengurangi konsumsi mi instan.

1. Kurangi jumlah bumbu

Bila Anda begitu 'mencintai' mi instan karena rasanya yang 'lezat', maka cara untuk mengendalikan nafsu makan ialah dengan mengurangi 'dosis' bumbu. Anda bisa menggunakan setengah bumbu untuk takaran air yang sama. Kelamaan lidah dan otak akan terpengaruh bahwa ternyata mi instan tidak 'selezat' itu.

2. Tidak menyimpan di rumah

Sebungkus mi instan yang ada di meja dapur bisa saja 'mengundang' Anda untuk menyantapnya. Untuk itu hindari menyimpan mi instan di rumah agar konsumsinya bisa dibatasi. Jadi, saat tengah malam perut terasa lapar, mau tak mau Anda akan makan makanan rumahan yang ada.

3. Membuat mie rebus sendiri

Salah satu kekurangan mi instan ialah nutrisinya yang tidak seimbang. Karena itu Anda bisa menyiasatinya dengan menambahkan bahan-bahan lain agar gizinya menjadi lengkap, seperti potongan daging ayam atau telur serta sayur-sayuran seperti sawi, daun bawang, wortel, dan sayuran lain yang biasa ditemukan dalam menu capcai.

Bila ini menjadi syarat untuk makan mi instan, tentu semangkuk mi instan akan berubah menjadi mi rebus kaya gizi dan tak instan lagi. Hanya saja, kandungan pengawet membuat konsumsi mi instan tetap harus dibatasi.

4. Terjadwal

Agar tak timbulkan masalah kesehatan, mi instan dapat dikonsumsi setidaknya 1 kali seminggu atau kurang dari itu. Untuk membatasi asupannya, Anda bisa membuat 'hari mi instan' di tanggal-tanggal tertentu selama sebulan. Hal ini juga bisa diterapkan untuk anak-anak dan remaja, misal mereka bisa makan mi instan setiap tanggal 1 dan 20 setiap bulan.


5. Awali dengan buah

Mi instan sering dijadikan camilan di tengah waktu makan atau pengisi perut di malam hari. Saat keinginan makan mi instan begitu besar, awali dengan makan buah-buahan. Buah mengandung banyak serat sehingga mampu menekan nafsu makan bila dikonsumsi 30 menit sebelum makan besar. Diharapkan keinginan untuk makan mi instan juga berkurang. Jadi, selain lebih sehat, 'menyetok' buah-buahan bisa menjadi salah satu tips mengurangi konsumsi mi instan.

(ayk/ayk)