7 Manfaat Teh Dandelion, Cegah Obesitas Hingga Diabetes

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 19/09/2019 15:04 WIB
7 Manfaat Teh Dandelion, Cegah Obesitas Hingga Diabetes Ilustrasi dandelion. Teh dandelion memiliki senyawa yang fungsinya mirip dengan obat penurun berat badan. (Foto: Negative Space)
Jakarta, CNN Indonesia -- Walau masuk dalam kategori tanaman liar, dandelion memiliki manfaat bagi kesehatan bila dikonsumsi sebagai teh. Teh dandelion bisa berasal dari kelopak bunga, daun, bahkan akar.

Untuk menjadi teh, dandelion bagian akar dan daun bisa direbus untuk dinikmati airnya, atau dipanggang hingga kering sebelum diseduh dan diminum. Namun, bila tak punya akses maupun waktu untuk menemukan tanaman ini, Anda juga bisa menikmati teh dandelion dalam bentuk siap seduh untuk mendapat manfaat yang sama.

Mengutip Healthline, berikut sejumlah manfaat konsumsi teh dandelion bagi kesehatan.


1. Pengganti kopi
Ingin minum kopi tapi tak 'kuat' dengan kandungan kafeinnya, teh dandelion bisa menjadi pilihan. Teh dandelion yang terbuat dari akar dandelion memiliki manfaat untuk meningkatkan energi dan konsentrasi layaknya kopi. Selain itu, teh akar dandelion memiliki rasa yang tak berbeda jauh dengan kopi.

2. 'Obat' penurun berat badan
Sebuah studi di Korea menunjukkan bahwa dandelion dapat memiliki efek yang serupa dengan obat penurun berat badan orlistat, yaitu bekerja dengan cara menghambat lipase pankreas atau enzim yang dilepaskan selama pencernaan untuk memecah lemak.

Hasil yang didapat melalui percobaan pada tikus mendorong peneliti untuk melakukan studi lebih lanjut tentang kemungkinan anti-obesitas yang ditawarkan oleh teh dandelion.

3. 'Atasi' masalah pencernaan
Walau penelitian yang dilakukan hanya sebatas pengamatan, namun teh dandelion telah lama dijadikan minuman untuk mengatasi sejumlah masalah pencernaan. Di Korea, teh tradisional dandelion dipercaya dapat memperbaiki nafsu makan, menyehatkan sistem pencernaan, dan atasi sembelit.

4. Mencegah infeksi saluran kemih
Teh dendelion yang dikombinasikan dengan tanaman urva usi dapat membantu mencegah dan mengurangi infeksi saluran kemih. Konsumsi 2 cangkir teh dandelion dapat meningkatkan fungsi deuretik atau buang air kecil, sedangkan uva ursi bekerja sebagai anti-bakteri.

5. Kesehatan liver
Dalam pengobatan tradisional, teh dandelion dianggap sebagai vitamin untuk liver. Para ahli naturopati percaya, rutin konsumsi teh dandelion mampu mendetoksifikasi hati, mengurangi permasalahan pada kulit dan mata, serta meringankan gejala penyakit hati. Kemampuan ini juga pernah dibuktikan dalam penelitian tahun 2017 yang menemukan bahwa kandungan polisakarida pada dandelion bermanfaat bagi fungsi hati yang lebih baik.

6. Sehatkan prediabetes
Sebuah studi kecil pada hewan menemukan bahwa teh dandelion dapat membantu menormalkan kadar gula darah, menurunkan kolesterol jahat, serta meningkatkan kolesterol baik pada tikus diabetes. Walau dibutuhkan penelitian lebih lanjut, konsumsi teh dandelion dapat dijadikan langkah preventif untuk mencengah prediabetes menjadi diabetes.

Prediabetes merupakan kondisi di mana gula darah dalam tubuh kerap tinggi namun masih dini untuk masuk dalam kategori diabetes. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), sekitar 1 dari 3 orang dewasa di AS memiliki prediabetes akibat gaya hidup mengonsumsi gula. Prediabetes sama sekali tak bergejala, sehingga 90 persen orang yang mengalami bahkan tidak menyadari.


7. Anti-kanker masa depan

Baru-baru ini akar dandelion tengah diteliti sebagai tanaman yang berpotensi melawan sel kanker. Sebuah studi di Kanada menunjukkan bahwa ekstrak akar dandelion mampu menginduksi kematian sel dalam sel kanker melanoma tanpa memengaruhi sel nonkanker. Sumber lain juga menunjukkan bahwa akar dandelion melakukan hal yang sama pada sel kanker pankreas.

(ayk/ayk)