Larangan 'Selfie' di Pameran 'Propaganda' Nazi

CNN Indonesia | Jumat, 20/09/2019 17:23 WIB
Larangan 'Selfie' di Pameran 'Propaganda' Nazi Salah satu sudut di ruang pameran 'Desain di Reich Ketiga' di Museum Desain Den Bosch, Belanda. (Kenzo TRIBOUILLARD / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah museum di Belanda melarang pengunjung mengambil foto dalam pameran kontroversial mengenai desain dari rezim Nazi demi menghindari penafsiran yang salah.

Kerumunan pengunjung dalam pameran bertajuk 'Desain di Reich Ketiga' di Museum Desain Den Bosch - yang tiketnya telah terjual habis sejak dibuka awal bulan ini - terlihat seperti di museum lain, tetapi ada dua perbedaan penting.

Pertama, ratusan benda yang dipajang bertema Nazi - mulai dari Volkswagen Beetle 1940-an, patung karya pematung favorit Adolf Hitler, Arno Breker, sampai poster propaganda dan film oleh sutradara Leni Riefenstahl.


Dan kedua, ketiadaan ponsel yang biasa digenggam pengunjung museum untuk berfoto atau selfie.


Pembukaan pameran sudah memicu protes dari kelompok sayap kiri dan anti-fasis, yang mengatakan mereka khawatir ajang itu seakan "mendewakan" Nazi.

Juru bicara museum, Maan Leo, mengatakan tindakan pencegahan luar biasa telah diambil, termasuk melarang fotografi di dalam area pameran, menempatkan staf tambahan dan hanya mengizinkan 50 pengunjung masuk per sesi.

Tiket masuk pameran juga hanya dapat dibeli secara online.

Alasan tidak boleh berfoto karena "setiap objek dalam pameran dalam konteks sejarah yang menyoroti akhir yang mengerikan dari rezim Nazi," kata Leo kepada AFP.

"Jika Anda mengambil salah satu objek ini di luar konteks, itu mungkin ditafsirkan dengan cara yang salah," katanya.

Para pengunjung museum yang penasaran telah berbondong-bondong untuk melihat pameran, dengan sekitar 10 ribu lembar tiket online dipesan sejak dijual online pada 8 September 2019, kantor berita Belanda ANP mengatakan pada hari Rabu (18/9).

Swastika di dahi

Tapi apa yang terjadi jika seseorang mencoba mengambil foto selfie dengan poster Hitler sebagai latar belakang?

"Kami bisa melarang hingga mengusir pengunjung dari museum berdasarkan tindakan mereka. Jadi, jika pengunjung berperilaku buruk dalam pameran kami meminta mereka untuk pergi," kata Leo.

"Tapi neo-Nazi biasanya tidak "memajang" swastika besar di dahi mereka.

"Kami percaya Anda harus menjadi orang yang sangat "sakit" untuk bisa diusir dari pameran ini dan berpikir ... 'ya, itu ide yang bagus'," katanya.

Tujuan dari pameran ini adalah untuk membuat orang-orang berpikir tentang cara-cara berbeda yang Reich Ketiga kelola untuk menguasai pikiran orang-orang.

"Apa yang Anda lihat dalam pameran ini adalah bagaimana desain Nazi meresapi setiap sudut dan celah kecil masyarakat antara tahun 1933 dan 1945", kata Mann.

"Penting untuk mengetahui bagaimana proses "rayuan" itu bekerja dan peran apa yang dimainkan" di Nazi Jerman, katanya.

Dua tahun dalam pembuatan, museum melakukan pembicaraan intensif dengan komunitas Yahudi lokal Den Bosch serta organisasi yang mewakili pemeluk Yahudi di Belanda.

"Ini tentu saja subjek yang sangat sensitif," kata Paul van der Bas, juru bicara Pusat Informasi dan Dokumentasi Israel (CIDI) yang memantau anti-Semitisme di Belanda.

"Tapi selama itu dilakukan dalam konteks yang tepat, kami tidak punya masalah dengan itu," katanya kepada AFP, membenarkan bahwa museum telah melakukan kontak dengan CIDI sebelum pameran.

Larangan 'Selfie' di Pameran 'Propaganda' NaziPengelola museum tak segan bakal mengusir pengunjung yang ketahuan selfie atau berfoto. (Kenzo TRIBOUILLARD / AFP)


Teror yang indah

Pameran 'Desain di Reich Ketiga' meliputi dua lantai di Museum Desain Den Bosch.

Pameran dimulai dengan pengunjung menonton film yang menjelaskan desain Nazi, termasuk film 1943 'Olympia' tentang Olimpiade Berlin karya Riefenstahl, desain VW Beetle oleh Ferdinand Porsche, serta desain kamar gas di kamp kematian Nazi pada Perang Dunia II.

Di lantai bawah, pengunjung yang dipersenjatai dengan panduan audio disambut oleh patung seorang pria telanjang karya pemahat Arno Breker dan serangkaian panel yang menggambarkan ujung ekor pesawat Zeppelin berhiaskan swastika.

Pemahat favorit Hitler, Breker, sering menciptakan patung kuasi-klasik pria dan wanita yang "mewakili gambar pria yang sempurna secara estetika, mulia, ideal, tetapi mereka tidak bernafas kehidupan," kata almarhum Robert Wistrich dalam bukunya tahun 1995, 'Weekend in Munich', tentang seni Nazi.

Objek pameran ini berkisar dari yang sangat kecil, seperti perangko dan peralatan makan yang dicetak dengan swastika, "hingga perabot besar yang panjangnya sekitar lima meter yang akan biasa dipajang dalam ruang kerja Hitler," kata juru bicara museum, Leo.

Ada banyak poster propaganda - termasuk poster sosok Hitler - dan poster yang menyebarkan inovasi Jerman yang terkenal.

Meskipun ada beberapa kritik tentang kurangnya informasi atau bahwa pameran itu tidak cukup besar untuk membenarkan subjek, banyak pengunjung yang terkesan sekaligus ngeri.

"Pameran ini menunjukkan bagaimana kehidupan sehari-hari seseorang kala itu berada dalam cengkeraman total rezim Nazi," kata Ralf Bordewieck, pengunjung dari Luneburg di Jerman.

"Pasti ada ruang untuk pameran semacam ini di dunia sekarang," tambah Jan de Vries, seorang guru sejarah Belanda dari Arnhem.

"Pameran ini memiliki pesan yang sangat kuat bahwa teror bisa datang dalam penyamaran yang indah," katanya.

Pameran 'Desain di Reich Ketiga' berlangsung di Museum Desain Den Bosch hingga 19 Januari 2020.

(AFP/ard)