Komplikasi Akibat Luka Tusuk seperti pada Insiden Wiranto

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 10/10/2019 16:10 WIB
Komplikasi Akibat Luka Tusuk seperti pada Insiden Wiranto Ilustrasi. Luka tusuk bisa berujung pada komplikasi yang memperparah luka. (Foto: Istockphoto/ Coldsnowstorm)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menkopolhukam Wiranto mengalami luka tusuk di bagian perut akibat diserang orang tak dikenal diPandeglang, Banten, Kamis (10/10). Luka tusuk seperti yang terjadi padaWiranto dapat menimbulkan komplikasi jika tak ditangani dengan tepat.

Dalam buku Acute Surgical Management, luka tusuk termasuk dalam klasifikasi trauma penetrasi. Jika tusukan menyebabkan pendarahan traumatis yang membuat tubuh kehilangan 30 persen darah, maka kondisi tersebut dapat berujung pada kematian.

Kematian juga bisa terjadi jika tusukan diarahkan pada organ penting seperti hati, lambung, usus, dan ginjal. Sebagian besar kematian akibat trauma perut dapat dicegah perawatan yang tepat.


Komplikasi pada luka besar seperti luka tusuk dapat terjadi karena pendarahan yang tak bisa berhenti, infeksi karena masuknya benda asing termasuk kotoran ke area luka, hingga pengobatan yang tak selesai.


Pada kasus Wiranto, komplikasi dapat terjadi jika luka tak dibersihkan dengan baik. Pasalnya, Menkopolhukam itu tampak tersungkur di area umum dan luka berisiko terpapar pasir, debu, atau kotoran yang mengandung bakteri. Selain itu, pisau yang digunakan pelaku untuk menusuk tentu tak terjamin kebersihannya.

Bakteri yang masuk lewat luka terbuka dapat menyebabkan tetanus. Dikutip dari Health Line, tetanus adalah infeksi bakteri serius yang mempengaruhi sistem saraf dan menyebabkan otot di seluruh tubuh mengencang. Tetanus dapat dicegah dengan perawatan dan pembersihan luka yang tepat.

Cedera traumatis yang mengenai organ tertentu juga dapat menimbulkan komplikasi sesuai dengan karakteristik organ tersebut.

Pada usus misalnya dapat menyebabkan infeksi, abses, obstruksi, dan pembentukan fistula. Pada ginjal, komplikasi dapat berefek pada urine yang berdarah. Jika mengenai hati dapat juga berkomplikasi menjadi hematoma atau kerusakan pembuluh darah.


Pendarahan traumatis seperti luka tusuk pada Wiranto harus mendapatkan perawatan yang tepat agar tak berujung komplikasi yang membahayakan.
(ptj/ayk)