Peta Wisata Tertua di Dunia Dipamerkan di Inggris

CNN Indonesia | Senin, 14/10/2019 13:42 WIB
Peta Wisata Tertua di Dunia Dipamerkan di Inggris Ilustrasi. (sikermarketing/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebelum adanya tulisan travel blogger atau wartawan wisata, peta menjadi panduan perjalanan pertama di dunia. Salah satu peta tertua di dunia yang sudah berusia lima abad, Peregrinatio in Terram Sanctam, kini sedang dipamerkan di British Museum, London, Inggris.

Peta Peregrinatio in Terram Sanctam itu dipamerkan dalam eksibisi yang bertajuk 'Terinspirasi oleh Timur: Bagaimana dunia Islam mempengaruhi seni Barat'.

Peta yang ditulis oleh Bernhard von Breydenbach dan digambar oleh Erhard Reuwich pada 500 tahun ini diterbitkan setelah mereka melakukan perjalanan ke Yerusalem pada tahun 1486.



Baik von Breydenbach dan Reuwich berasal dari Jerman.

Kawasan Yerusalem menjadi peta pertama yang mereka rilis, berikut dengan Kubah Batu yang menjadi pusatnya.

Karena dianggap sebagai panduan perjalanan yang akurat, peta karya von Breydenbach dan Reuwich terus berkembang dan mencetak informasi mengenai kawasan lain seperti Venesia di Italia.

Peta Peregrinatio in Terram Sanctam yang dipajang dalam pameran di British Museum merupakan edisi pertama.

[Gambas:Instagram]


"Saat itu belum banyak orang Eropa yang melakukan perjalanan wisata, sehingga peta ini menjadi panduan yang sangat berharga bagi mereka untuk membayangkan kawasan yang bakal mereka datangi," kata kurator British Museum, Giulia Bartrum, seperti yang dikutip dari Lonely Planet pada Senin (14/10).

"Peta ini menjadi perintis panduan perjalanan wisata yang saat ini diterbitkan oleh Rough Guide, Lonely Planet, TripAdvisor, dan Instagram," lanjutnya.

Selain peta Peregrinatio in Terram Sanctam, pameran ini juga memajang artefak seni budaya Islam yang disebut mempengaruhi seni budaya dunia Barat.

Pameran yang bekerjasama dengan Islamic Arts Museum Malaysia ini juga akan digelar di Kuala Lumpur pada 20 Juni sampai 20 Oktober 2020.

Sementara itu pameran di British Museum berlangsung hingga 26 Januari 2020.


[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)