4 Cara Jaga Kesehatan Pencernaan dari Efek Buruk Stres

Tim, CNN Indonesia | Senin, 04/11/2019 18:33 WIB
4 Cara Jaga Kesehatan Pencernaan dari Efek Buruk Stres Ilustrasi. Saat pikiran 'diselimuti' stres, maka tubuh dapat mengirimkan sinyal yang dapat merusak lapisan usus. (Foto: Thinkstock/Piotr Marcinski)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meski berhubungan dengan kondisi psikis, rupanya stres turut mempengaruhi kesehatan fisik seseorang. Stres membuat otot menjadi tegang, dada terasa sesak, termasuk mengalami masalah pencernaan.

Gangguan mental seperti kecemasan, stres, serta depresi bisa memicu sistem imun untuk mengirim sinyal yang dapat merusak lapisan usus. Sistem imun melepas IgA dan lipopolysaccharide (LPS) yang meningkatkan permeabilitas usus. Permeabilitas ialah kemampuan usus untuk meloloskan apapun yang akan masuk, sehingga usus lebih mudah mengalami peradangan.

Itu sebabnya, tak jarang orang yang sedang alami stres, juga mengalami sejumlah masalah pencernaan, seperti diare atau gerd.



Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan pencernaan di tengah situasi yang penuh tekanan.

1. Kenali makanan pemicu radang

Melansir dari Mind Body Green, saat kondisi pikiran sedang tak menentu sebaiknya hindari makanan yang bisa menyebabkan peradangan atau inflamasi. Anda patut mengurangi iritan utama yakni gula, jagung, kedelai, gluten, serta produk susu.

Sebaliknya, tambah asupan makanan yang dapat melawan inflamasi seperti buah-buahan, ikan, kacang, teh, bawang putih, jahe, dan sayuran hijau.

2. Istirahatkan usus

Saat stres, tubuh sebenarnya dalam kondisi 'tempur'. Kondisi ini dapat disebabkan lebih sedikit enzim pencernaan yang diproduksi. Usus pun jadi rentan terhadap dampak partikel besar saat permeabilitas meningkat.

Sebaiknya ajak usus beristirahat dengan mengonsumsi kaldu tulang dan tambahan protein matang. Selama stres, baik pula menambah asupan suplemen yang mengandung enzim pencernaan.

3. Terapi dengan asupan makanan

Anda bisa mengonsumsi beberapa jenis makanan yang bisa mendukung kemampuan penyerapan usus dan mengurangi reaksi peradangan, seperti kaldu tulang dalam kuah masakan. Gelatin juga bisa dinikmati saat cuaca panas dengan cara dibuat puding, panna cotta, juga pengental saus.

Makanan fermentasi bisa ditambahkan dalam diet karena banyak mengandung probiotik sehingga bisa mendukung kesehatan mikroba usus. Coba saja kombucha, kimchi dan sauerkraut (kubis fermentasi khas Jerman).


4. Ucapkan mantra

Kata-kata positif untuk diri sendiri bisa bekerja ampuh saat bisa berkonsentrasi dan fokus. Tubuh dan pikiran musti sadar mengenai apa yang sekarang terjadi. Anda bisa melakukan latihan pernapasan sembari mengirimkan pesan positif ke dalam diri sehingga bisa mendukung kesehatan usus.

[Gambas:Video CNN] (els/ayk)


BACA JUGA