Unjuk Gigi Desainer Muda 'SMK' di Panggung Mode Paris

tim, CNN Indonesia | Kamis, 17/10/2019 11:58 WIB
Unjuk Gigi Desainer Muda 'SMK' di Panggung Mode Paris La Mode Sur La Seine a Paris, sebuah peragaan fashion yang digelar Indonesia Fashion Chamber di Paris, Perancis menghadirkan desainer-desainer muda dari berbagai daerah di Indonesia. (Dok. Risa Maharani)
Jakarta, CNN Indonesia -- La Mode Sur La Seine a Paris, sebuah peragaan fashion yang digelar Indonesia Fashion Chamber (IFC) di Paris, Perancis menghadirkan desainer-desainer muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu desainer muda yang berhasil memukau penonton yang hadir di atas kapal yang berlayar di atas sungai Seine ini adalah Risa Maharani, lulusan SMK NU Banat tahun 2017 lalu.

Dalam koleksi terbarunya, dalam label Risa dia menghadirkan koleksi Maros.


Dalam pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com, Maros terinspirasi dari istilah Historia de color yang berarti sejarah warna. Di Indonesia, warna ditemukan pertama kali di Maros, Sulawesi Selatan di Gua Leangleang.

Koleksi Maros dari RisaFoto: Dok. Tim Risa Maharani
Koleksi Maros dari Risa

Koleksi ini tampil dengan warna-warna menonjol dengan gaya urban. Dia memilih berbagai siluet oversize bergaya coat dan blazer yang tengah jadi tren.

Material polyester dengan permainan warna cenderung basic seperti warna merah, kuning, biru, hitam, dan putih diperkuat dengan detail berukuran besar di beberapa bagiannya. Dia tak terlalu banyak bermain dengan siluet busana. Namun koleksinya diperkuat dengan sentuhan detail beads berwarna senada yang berukuran cukup besar.

Selain Risa, siswa BBPLK (Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja) Semarang Kejuruan Fashion Technology juga ikut serta dalam ajang ini. Nasrul Arif dan Hasti Izzatul Ummah menjadi wakil di ajang tersebut dengan menghadirkan koleksi bertema Arang Kasembadan.

Terinspirasi dari filosofi arang, kasembadan berarti perwujudan pengharapan manusia yang teradang bahagia dan kadang sedih.

Koleksi BBPLKFoto: Dok. BBPLK Semarang
Koleksi BBPLK

Inspirasi ini dituangkan dalam busana A-line dengan dominasi warna hitam putih yang menggambarkan arang. Kesan Indonesia diperkuat dengan penggunaan batik Ungaran khas Kabupaten Semarang yang dikombinasikan dengan tenun lurik Yogyakarta.

Di tengah warna hitam putih juga terselip warna merah dan kuning yang menggambarkan pancaran api.

koleksi BBPLKFoto: Dok. BBPLK Semarang
koleksi BBPLK



(chs)