Salah satu desainer muda yang berhasil memukau penonton yang hadir di atas kapal yang berlayar di atas sungai Seine ini adalah Risa Maharani, lulusan SMK NU Banat tahun 2017 lalu.
Dalam koleksi terbarunya, dalam label Risa dia menghadirkan koleksi Maros.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dok. Tim Risa MaharaniKoleksi Maros dari Risa |
Koleksi ini tampil dengan warna-warna menonjol dengan gaya urban. Dia memilih berbagai siluet oversize bergaya coat dan blazer yang tengah jadi tren.
Material polyester dengan permainan warna cenderung basic seperti warna merah, kuning, biru, hitam, dan putih diperkuat dengan detail berukuran besar di beberapa bagiannya. Dia tak terlalu banyak bermain dengan siluet busana. Namun koleksinya diperkuat dengan sentuhan detail beads berwarna senada yang berukuran cukup besar.
Selain Risa, siswa BBPLK (Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja) Semarang Kejuruan Fashion Technology juga ikut serta dalam ajang ini. Nasrul Arif dan Hasti Izzatul Ummah menjadi wakil di ajang tersebut dengan menghadirkan koleksi bertema Arang Kasembadan.
Terinspirasi dari filosofi arang, kasembadan berarti perwujudan pengharapan manusia yang teradang bahagia dan kadang sedih.
Foto: Dok. BBPLK SemarangKoleksi BBPLK |
Inspirasi ini dituangkan dalam busana A-line dengan dominasi warna hitam putih yang menggambarkan arang. Kesan Indonesia diperkuat dengan penggunaan batik Ungaran khas Kabupaten Semarang yang dikombinasikan dengan tenun lurik Yogyakarta.
Di tengah warna hitam putih juga terselip warna merah dan kuning yang menggambarkan pancaran api.
Foto: Dok. BBPLK Semarangkoleksi BBPLK |
(chs)
Foto: Dok. Tim Risa Maharani
Foto: Dok. BBPLK Semarang
Foto: Dok. BBPLK Semarang