Kasus yang dilaporkan dalam Urology Case Journal ini secara medis dikenal dengan istilah agenesis penis. Nama terakhir merupakan kondisi saat penis gagal berkembang.
"Agenesis penis adalah kelainan genital kongenital yang langka dan biasanya dikaitkan dengan beberapa kondisi seperti munculnya lesi gastrointestinal," tulis para penulis, mengutip Daily Mail.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kasus ini, dokter merekomendasikan dilakukannya rekonstruksi penis sebagai alternatif paling tepat untuk pasien.
Selain lahir dengan kondisi agenesis penis, bayi juga ditemukan memiliki masalah lain. Tim peneliti menemukan bahwa bayi mengalami fistula vesikorektal. Nama terakhir merupakan hubungan abnormal yang berkembang antara kandung kemih dan dubur.
Bayi juga diketahui mengalami refluks vesicoureteral. Kondisi ini terjadi saat urine yang abnormal dari kandung kemih kembali ke tabung (ureter) yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih.
Pasien telah menjalani operasi untuk memperbaiki fistula. Satu bulan setelah operasi, kondisi kesehatannya relatif membaik.
"Ini adalah laporan pertama seorang bayi dengan kombinasi agenesis penis, refluks vesicoureteral, dan fistula vesikorektal," tulis peneliti.
Masa kehamilan diduga menjadi penyebab kecacatan yang dialami bayi. Ahli urologi, Richard Viney menggambarkan kasus tersebut sebagai sesuatu yang menarik dan kompleks.
Viney mengatakan, pada kasus ini, kegagalan terjadi pada perkembangan saluran kemih dan usus bagian bawah. Pada janin, mereka berbagi rongga yang disebut kloaka.
"Saat janin berkembang, kloaka terbagi menjadi kandung kemih dan rektum. Fistula adalah ketika kloaka gagal membelah menjadi kandung kemih dan rektum sepenuhnya," jelas Viney.
Senada dengan para peneliti, Viney merekomendasikan agar bayi tersebut menjalani prosedur pembedahan untuk memperbaiki kelainan dan menciptakan penis.
[Gambas:Video CNN] (asr/asr)