Gua Thailand Tempat Tim Bola Terjebak Kembali Dibuka

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 02/11/2019 15:20 WIB
Gua Thailand Tempat Tim Bola Terjebak Kembali Dibuka Gua Tham Luang di Thailand kembali dibuka untuk umum setelah ada tragedi tim sepak bola terjebak selama tiga pekan. (Foto: Lillian SUWANRUMPHA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah setahun lebih ditutup bagi pengunjung gua Tham Luang di Thailand kembali dibuka Jumat (1/11).

Saat pembukaan perdana, gua ini mampu menarik 2.000 wisatawan dalam sehari. Jumlah ini terhitung cukup banyak untuk kunjungan di luar akhir pekan atau hari libur.

Gua ini ditutup selama setahun setelah tragedi terjebaknya 12 remaja tim sepakbola muda Thailand, Wilds Boars, bersama dengan sang pelatih selama tiga minggu setahun silam.


Gua yang sebelumnya sudah menjadi destinasi wisata populer di provinsi utara Chiang Rai itu, kini semakin populer berkat pemberitaan aksi penyelamatan heroik dan dramatis yang mendunia.

"Kami telah mengizinkan pengunjung untuk melihat mulut gua," kata Kamolchai Kotcha, direktur kantor konservasi lokal yang saat itu juga berada di lokasi.

Selain mulut gua, wisatawan memang belum diizinkan untuk masuk lebih dalam. Tetapi, pejabat setempat mengatakan akan mempertimbangkan untuk membuka kembali wisata dalam gua
setelah memastikan bahwa rute tersebut cukup aman untuk dijelajahi.

Kotcha menambahkan, wisata gua akan semakin menarik karena masih adanya peralatan penyelamatan yang tertinggal, seperti kabel telepon, selang, serta kawat pengait. Semua akan dipamerkan di dalam gua layaknya museum.

[Gambas:Video CNN]

Di pintu gerbang kompleks gua Tham Luang, juga masih ada barang-barang seperti ransel dan sepeda anak laki-laki, yang kala itu menjadi petunjuk bagi polisi setempat untuk menemukan keberadaan tim sepakbola yang menghilang tanpa kabar.

Kejadian itu bermula saat Wilds Boars bersama sang pelatih masuk ke dalam gua Tham Luang pada Juni 2018, sebagai pendakian rutin usai berlatih sepak bola. Namun, hujan yang sangat lebat membuat rute keluar menjadi tertutup air.
Ratusan orang terjun ke lokasi untuk menyelamatkan anak-anak remaja dan pelatihnya. Butuh waktu selama 9 hari hingga akhirnya mereka ditemukan jauh di dalam gua. Bahkan, penyelamatan ini juga melibatkan para penyelam profesional demi bisa menjelajahi rute yang gelap dan tertutup air banjir.

Sebelum dievakuasi, para remaja dibius dan diberikan masker pernapasan lengkap. Lalu mereka dibawa ke tempat aman melalui labirin bawah air.

Proses penyelamatan yang dramatis tersebut telah 'dicetak' menjadi buku. Film pertama tentang aksi penyelamatan itu pun tayang di Festival Film Internasional Busan di Korea Selatan. (ayk)