Pantai Plengkung Terpilih Jadi Lokasi Liga Surfing Dunia

CNN Indonesia | Senin, 04/11/2019 18:03 WIB
Pantai Plengkung Terpilih Jadi Lokasi Liga Surfing Dunia Pantai Plengkung atau G-Land yang berada di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pantai G-Land atau Plengkung yang selama ini menjadi destinasi wisata bahari di Banyuwangi, Jawa Timur, terpilih sebagai lokasi Liga Surfing Dunia (World Surf League/WSL) seri ke-3 pada 4-14 Juni 2020.

"Kami sudah bertemu tim WSL Asia. Rapat WSL di Amerika Serikat memutuskan satu dari 11 seri kompetisi selancar tahun depan akan digelar di Banyuwangi," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, seperti yang dikutip dari Antara pada Senin (4/11).

"Seri yang akan digelar di Banyuwangi semacam grand slam di tenis, yang hanya empat ajang dalam setahun. Jadi ini sangat membanggakan bagi Banyuwangi," lanjutnya.



WSL Championship Tour merupakan liga selancar paling bergengsi di dunia, yang terdiri atas 11 ajang selancar yang biasanya dimulai sejak April-Desember setiap tahunnya di berbagai pantai dunia.

Tahun ini, katanya, WSL Championship Tour antara lain digelar di Australia, Amerika Serikat, Brazil, Hawaii, Tahiti, Afrika Selatan, Portugal hingga Prancis.

"Banyak daerah di belahan dunia lain yang sangat berminat menjadi tuan rumah. Kami bersyukur, justru Banyuwangi dipilih oleh WSL. Saya akan sampaikan kabar baik ini ke Gubernur Jatim Ibu Khofifah dan pemerintah pusat agar bisa dimanfaatkan sebagai momen menggaungkan pariwisata Banyuwangi, Jatim, dan Indonesia," ujar Anas.

Menurut Anas, momen WSL Championship Tour sangat sayang untuk dilewatkan karena ajang ini menduduki peringkat atas liga olahraga yang digemari penduduk dunia setelah sepak bola dan basket.

Anas mengatakan keterikatan sosial dalam ajang ini sangat tinggi, dan bahkan percakapan tentang WSL Championship Tour di dunia maya selalu mampu mengalahkan MotoGP yang hanya menduduki peringkat 9.

"Penyelenggaraan WSL akan diliput belasan TV asing yang cakupannya bisa mencapai 643 juta penonton," kata Anas mengutip data WSL.

Kata Anas, ajang ini secara ekonomi bakal sangat menggerakkan ekonomi lokal karena setelah ajang tersebut para penggemar selancar seluruh dunia pasti akan semakin tertarik ke Banyuwangi.


Manajer WSL Asia Steven Robertson menjelaskan bahwa Banyuwangi dipilih karena perhatian pemerintah daerahnya yang cukup besar pada pengembangan wisata olahraga (sport tourism).

"Saat pertemuan di Amerika Serikat, kami memilih G-Land sebagai satu dari 11 seri yang akan kami gelar pada 2020. Kami siapkan dana US$2,5 juta (sekitar Rp35 miliar). Saya pikir Banyuwangi adalah daerah yang tepat karena pemerintahnya sudah terbiasa menggelar kegiatan olahraga wisata," kata Steven sebagaimana ditirukan Anas.

Steven menjelaskan, G-Land dipilih karena tidak hanya punya ombak bagus, namun lokasinya yang berada di kawasan taman nasional yang memiliki keelokan tersendiri.

"Ini akan menjadi cerita menarik bagi peselancar dunia. Mereka bakal berselancar di pantai yang berada di tengah hutan elok. pengalaman semacam ini akan menjadi cerita positif di kalangan peselancar seluruh dunia," tutur Anas.

Pantai Plengkung berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, dan hutan ini telah ditetapkan sebagai geopark nasional dan Cagar Biosfer Dunia oleh UNESCO.

G-Land dikenal salah satu lokasi selancar terbaik di dunia karena ombaknya yang khas, besar dan membentuk terowongan.


[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)