Cara Tepat Bos Muda Hadapi Anak Buah 'Senior'

CNN Indonesia | Kamis, 07/11/2019 10:01 WIB
Cara Tepat Bos Muda Hadapi Anak Buah 'Senior' Menjadi pemimpin di usia muda dan punya banyak 'anak buah' yang berusia lebih tua alias senior memang tak mudah. Berikut triknya. ( Bench Accounting via StockSnap)
Jakarta, CNN Indonesia -- Risa Santoso mendadak terkenal karena beberapa waktu lalu dilantik menjadi rektor. Di usia 27 tahun, dia menjadi rektor termuda di Indonesia.

Penunjukkan Risa jadi rektor termuda ini semakin memperkuat posisi dan jadi lebih diperhitungkan dalam berbagai tingkatan birokrasi di zaman ini.

Sebagai awalnya, penunjukkan Nadiem Makarim sebagai menteri muda di kabinet Jokowi. Saat ini, Risa juga yang masih muda ditunjuk untuk memegang posisi tinggi.


Bicara soal kesiapan seseorang memang tak terbatas pada usia. Psikolog Rena Masri yang dihubungi CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu mengungkapkan ada sisi positif di balik usia muda di jabatan tinggi.

Mungkin ada perubahan positif. Orang muda kan lebih cepat, kreatif, jadi bisa saja bikin perubahan positif meski effort (usaha) bakal lebih banyak," kata dia saat dihubungi CNNIndonesia.com tentang penunjukkan menteri muda Jokowi.

Dalam ranah psikologi, jenjang usia 25 tahun termasuk dalam jenjang dewasa awal. Di usia ini jadi masa orang mengembangkan karier dan menikah didukung perkembangan fisik dan emosi yang sudah matang. Biasanya, lanjut Rena, di usia ini orang lebih dinamis, enerjik dan lebih update soal perkembangan teknologi.

Sedangkan kematangan kadang tidak berbanding lurus dengan usia. Ada mereka yang berusia 40 tahun tetapi belum matang atau dewasa begitu pula sebaliknya.

"Menurut saya, harus dilihat latar belakangnya dulu, apa cukup mampu mengemban tanggung jawab, bisa jadi dia baru lulus, lalu ketahanan terhadap stres minim sehingga kalau stres sedikit kemudian jadi tertekan, pekerjaan terganggu, ada juga yang sudah matang dan bisa [adaptasi]," jelasnya.


Hanya saja tak dimungkiri akan ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya ada memiliki anak buah yang usianya jauh lebih matang dan dewasa di banding si bos.

Mengatasi anak buah dengan rentang usia yang hampir sama atau jauh di bawah saja masih sering terjadi pertentangan. Apalagi dengan anak buah yang usianya jauh lebih senior.

Rena memberikan catatan bahwa pemimpin usia muda perlu mengenal dan mengerti perkembangan psikologis mereka yang masuk usia senior.

"Meski jabatan di atas para senior ini, tetap harus menghargai dan menghormati, tetap bisa mendengarkan mereka, belajar dari pengalaman mereka," katanya.

Mungkin yang dipimpin para senior dengan dengan segala tuntutan untuk tetap menaruh hormat pada mereka, tetapi jangan sampai kehilangan peran sebagai pemimpin. Kemampuan kepemimpinan jelas harus ditunjukkan bahwa pemimpin bisa membimbing, memotivasi staf dan membangun team work yang solid.


Dia pun menambahkan agar tak disepelekan staf yang usianya lebih tua, sebaiknya pemimpin di usia muda tetap bisa tegas dan tetap memiliki integritas.

"Seperti pembagian jobdesk jelas, aturan jelas sehingga akhirnya enggak bossy. Kalau bossy kan ada jarak. Nah tetapkan aturan yang jelas sehingga karyawan yang lebih tua tetap bisa mengerjakan apa yang jadi tuntutan pekerjaan sekaligus tetap humble dengan mereka," pungkas Rena.

(els/chs)