Alasan Kopi Bisa Buat Anda 'Kebelet' Buang Air Besar

tim, CNN Indonesia | Rabu, 06/11/2019 21:37 WIB
Alasan Kopi Bisa Buat Anda 'Kebelet' Buang Air Besar Pada beberapa orang, minum kopi bukan menyebabkan lonjakan energi untuk aktivitas, melainkan merangsang rasa kebelet buang air besar.(epicantus/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk kaum urban, kopi sudah bukan lagi kebutuhan sekunder. Kopi sudah jadi kebutuhan primer. Ibarat kata, tak ada hari tanpa kopi.

Secangkir kopi bisa membuat Anda bangun dari tempat tidur dan punya energi untuk memulai hari. Namun kenyataannya, tak semua orang bisa tahan dengan kopi.

Sebuah studi membuktikan bahwa kopi bisa merangsang Anda buang air besar. Beberapa orang mungkin merasa 'kebelet' buang air besar setelah minum kopi.


Ada sekitar 30 persen populasi orang yang merasakan ingin buang hajat setelah minum kopi.


Ada banyak teori yang menjelaskan mengapa hal ini bisa terjadi. Berikut beberapa mitos dan fakta terkait keabsahan kopi yang bisa menyebabkan Anda buang air besar.

Mitos:
Kafein, penyebab Anda merasa mulas dan ingin buang air besar.

Fakta:
Bukan kafein yang menyebabkan Anda jadi ingin buang air besar setelah minum kopi. Sebuah studi 1990 membuktikan bahwa kopi tanpa kafein juga akan merangsang motilitas usus dengan cara yang sama seperti kopi dengan kafein.

Mitos:
Karena kopi itu hangat dan minuman hangat memengaruhi pencernaan.

Fakta:
Ini juga hal yang salah. Jika tak percaya cobalah minum secangkir air hangat. Jika rasa hangat berpengaruh pada peran usus menyebabkan rasa mulas, maka seharusnya air hangat lainnya juga berpengaruh.

Mitos :
Mungkin karena polifenol?

Fakta:
Ahli gastroenterologi dokter Will Bulsiewicz mengungkapkan bukan polifenol (zat gizi mikro yang ada dalam makanan nabati tertentu) yang berlimpah dalam kopi yang jadi biang keroknya.

"Sebagai 'penggemar' kesehatan usus, saya ingin mengklaim bahwa itu adalah ulah polifenol dalam kopi, karena mereka diketahui punya kualitas prebiotik dan berarti mereka bisa mengubah microbiome usus," katanya.


"Tapi sebagai ahli gastroenterologi, saya tahu polifenol dalam kopi tak mungkin bekerja hingga ke usus besar dan memberi makan mikroba hanya dalam waktu 4 menit setelah konsumsi."

Fakta sesungguhnya: Bulsiewicz mengungkapkan bahwa kopi bisa merangsang motilitas usus pada beberapa orang karena kopi melepaskan hormon yang disebut cholecystokinin. Hormon inilah yang kemudian memicu refleks gastrokolik.

"Ini adalah refleks yang digambarkan dengan baik di mana sesuatu yang masuk ke dalam perut akan merangsang usus untuk memberi ruang, terhadap apa yang terjadi di bawahnya."

(chs)