Merajut Mimpi Hollywood dari Rumah Kapsul

CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 13:05 WIB
Merajut Mimpi Hollywood dari Rumah Kapsul Rumah kapsul UP(st)ART. (Apu Gomes / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat pertama kali pindah ke Los Angeles, Kay Wilson hanya bisa terkejut saat menemukan kenyataan bahwa harga sewa "kotak" hunian seluas 2,9 meter persegi di California seharga satu unit apartemennya di Pennsylvania.

Saat ini ia menempati hunian berbentuk kapsul itu, yang terinspirasi dari konsep hotel ringkas di Jepang.

Wilson tiba sebulan lalu di UP(st)ART, sebuah komunitas bagi kaum muda yang ingin meniti karier di Los Angeles dengan bekal dana terbatas.


Setiap kamar berisi hingga enam kapsul, yang disebut Wilson cukup nyaman untuk ditinggali.

Kapsul-kapsul itu berisi tempat tidur tunggal, area menggantung pakaian, rak penyimpanan dan ventilasi udara.

Jika dibandingkan dengan tarif rata-rata hotel kapsul di dunia, harga akomodasi ini tidaklah murah, sekitar US$750 (sekitar Rp10,5 juta) per bulan ditambah pajak.

"Saya tidak mampu menyewa apartemen studio sendirian di Los Angeles. Tarifnya bisa US$1.300 (sekitar Rp18,2 juta) per bulan atau lebih," kata Wilson, seperti yang dikutip dari AFP pada Selasa (12/11).

Jeremiah Adler, pendiri UP(st)ART, mengatakan setiap kapsul tarifnya kira-kira setengah dari sewa apartemen studio di Los Angeles - pusat hiburan di Amerika Serikat, dan salah satu kota dengan biaya hidup termahal di dunia.

Ada pilihan hunian yang lebih murah, tetapi UP(st)ART menawarkan lokasi yang strategis, bangunan modern yang dilengkapi dengan gym, kelas tari, studio rekaman, studio seni dan layanan pembersihan dan binatu gratis.

Beberapa aturannya: wanita dan pria tidur terpisah dan sesama penyewa tidak dianjurkan berhubungan seks.

Konsep hunian kapsul semacam ini juga populer di kota-kota AS yang mahal termasuk New York.

Bagi Dana Cuff, seorang arsitek dan profesor di University of California, Los Angeles (UCLA), komunitas semacam ini hanya menghadirkan solusi jangka pendek.

"Pada dasarnya kita harus mengembangkan pilihan hunian dengan beragam harga," katanya.

"Bagi saya, kemunculan hunian kapsul ini menandakan adanya kebutuhan perumahan alternatif perumahan yang jauh lebih besar."


Hidup minimal

Akhir pekan kemarin, UP(st)ART mengadakan pesta taco. Sekitar 50 orang hadir di area kumpul dalam gedung.

Mereka adalah rapper, penari, pematung dan aktor yang sedang meniti karier di Los Angeles.

Kimma Moonshine telah tinggal di komunitas itu selama setahun, dan mengatakan kepada AFP bahwa sejauh ini dia merasa hidup bersama 90 teman serumahnya merupakan hal yang luar biasa.

"Anda belajar hidup dengan minimal," kata warga Kanada berusia 27 tahun itu, yang sedang meniti karier sebagai pelukis sembari bekerja sebagai pengasuh anak.

Dia membayar sedikit lebih mahal dari hunian sebelumnya, tetapi dia lebih suka opsi tinggal di kapsul seperti ini.

"Saya punya 12 teman sekamar. Saya mulai melukis di dapur saat semua orang sudah tidur. Sungguh menyenangkan."

Alejandro Chupina (27) meninggalkan rumahnya sejak masih remaja karena orang tuanya tidak mendukung kariernya sebagai aktor dan musisi.

Dia pindah ke kapsul UP(st)ART sejak delapan bulan lalu karena tertarik dengan fasilitas studio rekaman yang disediakan.

"Kami memiliki begitu banyak fasilitas sesuai dengan harga yang kami bayar," kata pria muda berkumis yang dapat melafalkan musikal "Hamilton" oleh di luar kepala.


Panggilan Hollywood

Wilson sudah lama berencana pindah ke Los Angeles, hingga akhirnya ia nekat pindah setelah diterima bekerja di salah satu salon.

"Saya menjual semua barang-barang saya untuk pindah ke sini. Saya menemukan kenyamanan dalam ketidaknyamanan," canda dia.

Tapi Wilson, yang mendapatkan upah minimum US$13 (sekitar Rp182 ribu) per jam plus tip, tidak pindah ke Los Angeles hanya untuk bekerja di salon.

Seperti banyak orang yang datang ke Hollywood, dia bermimpi menjadi seorang aktris yang sukses.

UP(st)ART, yang dibuka sejak tiga tahun lalu dan menyerupai persilangan antara asrama kampus dan asrama mewah, tampaknya adalah tempat yang ideal untuk memulai karier di dunia hiburan AS.

"Orang-orang yang ada di sini, pada dua atau tiga tahun yang lalu, saat ini mulai terlibat dalam acara TV dan mendapat kontrak," kata Adler.

"Dan sangat menyenangkan bisa menyaksikan perkembangan karier orang-orang yang tinggal di sini."

[Gambas:Video CNN]

(AFP/ard)