CELOTEH WISATA

'Mengasuh' Burung Jalak Bali di Taman Nasional Bali Barat

CNN Indonesia | Sabtu, 16/11/2019 13:58 WIB
'Mengasuh' Burung Jalak Bali di Taman Nasional Bali Barat Burung Jalak Bali. (istock/Herianus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berwisata ke bagian barat Pulau Bali dapat menjadi solusi bagi yang jenuh dengan hingar bingar Bali yang pada umumnya terjadi sebelah selatan atau tepatnya di Kota Denpasar.

Pulau Menjangan menjadi destinasi unggulan yang ditawarkan kepada para pelancong pecinta alam.

Suasana tenang dan kehidupan yang menyatu dengan beragam flora serta fauna ditawarkan bagi wisatawan yang memilih berwisata ke bagian barat Pulau Bali.



Salah satu tempat menginap yang bisa menjadi pilihan di lokasi ini adalah Plataran Menjangan Resort dan Spa.

Penginapan yang terletak di tengah Taman Nasional Bali Barat (TNBB) ini memiliki vila sebanyak berbentuk Joglo atau rumah masyarakat suku Jawa yang dilengkapi kolam air hangat atau jacuzzi.

Seluruh vila menghadap ke laut lepas, tepatnya perairan Selat Bali yang menghadap Pulau Menjangan. Penginapan ini menawarkan konsep ekowisata.

CEO Plataran Indonesia Yozua Makes mengatakan bahwa Plataran Menjangan menjanjikan wisata yang berbeda bagi para pelancong yang ingin singgah.

Dijelaskannya, pihaknya mengonservasi ratusan jenis flora serta fauna, salah satunya adalah burung Jalak Bali.

"Kami ada 176 fauna dan flora. Paling terkenal Jalak Bali yang tempat penangkarannya di sini. (Jalak Bali) yang sedang bertelur ada 35 ekor. Begitu selesai penangkaran kita lepaskan lagi ke alam," kata Yozua saat ditemui di Plataran Menjangan Resort dan Spa, Bali, beberapa waktu lalu.

Konservasi Jalak Bali dilakukan pihaknya secara rutin. Pasalnya pihaknya menyadari bahwa Jalak Bali merupakan salah satu spesies langka yang harus dilindungi.

"Rutin kami pelihara terus setelah siap lepas dan mereka hanya bisa tinggal di sini, enggak bisa di tempat lain. Harganya mahal sekali, satu pasang bisa sampai Rp20 juta, (jadi) itu harus kita lindungi, kalau tidak dijual di pasar gelap," kata Yozua.


Selanjutnya Plataran Menjangan juga melakukan kegiatan penanaman terumbu karang secara rutin.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memenuhi keinginan para wisatawan yang ingin berinteraksi dengan alam dan penduduk secara langsung.

"Penanaman terumbu karang biasanya dilakukan tamu kami sama seperti menanam pohon. Mereka intinya enggak suka hanya lihat pantai, mereka suka kegiatan berinteraksi alam dan penduduk," ucap Yozua.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga menyediakan berbagai kegiatan lain bagi para pelancong yang ingin menikmati keindahan TNBB seperti sehari menjadi petugas keamanan hutan (ranger), pengamatan burung, hingga mengasuh burung (bird keeper).

Dikatakan Yozua, seluruh kegiatan wisata itu dilakukan sejalan dengan visi Plataran yang ingin mengonservasi alam.

"Kami intinya fokus pada alam, apapun kegiatan yang kami buat intinya alam. Kami siapkan penangkaran dolphin (lumba-lumba), nantinya juga ada Banteng Jawa," tuturnya.

Bagi para wisatawan yang ingin melihat kegiatan hewan yang dikonservasi Plataran Menjangan, pihaknya pun memasang sejumlah kamera di sejumlah titik yang bisa langsung disaksikan para wisatawan dari kamar tidurnya secara langsung.

Untuk menuju Menjangan, para pelancong disarankan mengambil rute perjalanan dari Banyuwangi, Jawa Timur dibandingkan menempuh perjalanan dari Bandara Ngurah Rai, Bali.

Lama perjalanan dari Bangsring ke Pulau Menjangan tidak sampai satu jam. Sementara perjalanan dari Bandara Ngurah Rai ke Menjangan hampir sekitar lima jam.

[Gambas:Video CNN]

(mts/ard)