Dilema 'Kaki Lima' dan Pejalan Kaki di Dubrovnik

CNN Indonesia | Rabu, 20/11/2019 20:43 WIB
Dilema 'Kaki Lima' dan Pejalan Kaki di Dubrovnik Kota Dubrovnik di Kroasia. (Denis LOVROVIC / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Demi mengurangi kepadatan turis yang mengganggu penduduk setempat, pemerintah kota Dubrovnik berencana untuk mengatur area tempat kongko yang berada di tepi jalan.

Dewan kota Dubrovnik akan melakukan pemungutan suara pada Desember untuk menetapkan aturan baru itu.

Dikutip dari Lonely Planet pada Rabu (20/11), dalam aturan baru itu nantinya tempat kongko baru dilarang membangun area duduk di tepi jalan sepanjang kawasan Old Town hingga lima tahun ke depan.


Walau masih memiliki hak untuk menggelar area duduk di tepi jalan, nantinya jumlah area duduk milik tempat kongko lama juga bakal dikurangi hingga 20 persen.

Pemerintah kota Dubrovnik berencana menetapkan aturan baru ini karena area duduk di tepi jalan seringkali mengganggu pejalan kaki yang membutuhkan pedestrian untuk melintas.

Dubrovnik ramai dikunjungi setelah sejumlah kawasan wisata di Kroasia dijadikan lokasi syuting serial televisi 'Game of Thrones'.

Sejak ditayangkan pertama kali pada tahun 2011, Dubrovnik diramaikan oleh turis yang ingin mengunjungi lokasi syuting King's Landing.

Tahun ini diperkirakan jumlah turis yang datang semakin banyak terkait musim terakhir serial Game of Thrones.

Dubrovnik mulai menjadi lokasi syuting muncul di musim kedua Game of Thrones.

Setelah itu sepanjang tahun 2012 sampai 2015 tercatat sebanyak 244 ribu turis mendatangi kota ini setiap tahunnya dengan total pengeluaran 126 juta euro, menurut Institute of Economics yang berbasis di Zagreb.

Jumlah turis Game of Thrones ditambah dengan turis biasa meningkatkan kekhawatiran serbuan turis (overtourism) di Dubrovnik pada tahun lalu, ketika lebih dari 1,2 juta turis mendatangi kota yang menjadi tempat tinggal 42 ribu warga.

Salah satu pemandu wisata, Vukovic, berpendapat bahwa keramaian turis ini bisa menjadi berkah sekaligus kutukan bagi Dubrovnik.

"Banyak orang yang datang ke Dubrovnik namun kita tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan orang-orang itu," ujar Vukovic yang juga mengatakan bahwa jalanan di sekitar Dubrovnik semakin macet akibat kedatangan turis.

Selain membatasi area duduk di tepi jalan, sebelumnya pemerintah Kroasia juga telah membatasi jumlah kapal pesiar yang bersandar di dermaganya.

Pemerintah kota Dubrovnik berharap aturan mengenai pembatasan area duduk di tepi jalan bisa mengurangi dampak buruk dari serbuan turis atau overtourism yang menghantui kotanya.

[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)