CELOTEH WISATA

Sampah Bantar Gebang yang 'Menginspirasi' Rebecca Reijman

CNN Indonesia | Sabtu, 23/11/2019 14:40 WIB
Sampah Bantar Gebang yang 'Menginspirasi' Rebecca Reijman Suasana di TPST Bantar Gebang. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gunung sampah, keramaian pasar, pemukiman padat dan kemacetan lalu lintas seakan berbanding terbalik dengan pemandangan hunian asri milik Rebecca Reijman yang berada di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, saat disambangi oleh CNNIndonesia.com pada Rabu (20/11) sore.

Pemandangan yang kontras itu terlihat dari video musik karya sutradara Mahatma Putra untuk single terbaru Rebecca yang berjudul 'Clouds' yang resmi diluncurkan pada sore itu.

Dalam video musik tersebut, sosok wanita semampai berdarah Belanda ini terlihat menyanyi di tengah sudut-sudut kota Jakarta yang lebih sering dilupakan.


Di halaman rumahnya yang teduh, Rebecca bercerita mengenai kisah di balik pembuatan video musiknya yang bisa disebut menantang.

"'Clouds' [awan] itu bercerita mengenai manusia, kadang ada yang hidupnya lebih, kadang ada yang cukup, kadang ada yang kurang. Awan-awan yang ada di kepala kita itu yang sebenarnya harus kita singkirkan untuk bisa hidup lebih happy. Seperti kehidupan orang-orang yang saya temu dalam lokasi video musik," kata Rebecca kepada CNNIndonesia.com.

"Seperti saat saya syuting di Bantar Gebang. Kalau kita yang tidak biasa tinggal di sana pasti jijik atau mual saat berada di sana. Tapi mereka yang sudah lama tinggal di sana tidak. Mereka tetap melanjutkan hidupnya dan tetap bisa tersenyum. Pesan itu yang ingin saya tampilkan dalam lagu dan video musik saya," lanjutnya.

'Clouds' merupakan single yang ditulis dan diproduseri sendiri oleh Rebecca, setelah vakum hampir sepuluh tahun untuk membina rumah tangga sampai sekarang telah memiliki tiga anak.

Album terakhir yang dirilisnya yakni 'Kata Hati' pada 2007 dan 'Rock 'N Soul' pada 2009.

Kembali bermusik setelah berkeluarga dan menjadi tentu saja membawa aura baru dalam karya-karya wanita yang ternyata pernah mengawali karier di bidang hip-hop saat tumbuh besar di Negara Kincir Angin.

"Dulu waktu masih single karya-karyanya kayaknya tentang keresahan hati, gejolak anak muda. Sekarang setelah menikah dan punya anak lebih pengen bikin karya yang soal self-care, mencintai diri dan orang lain serta lingkungan," ujar Rebecca yang juga mengatakan kalau dirinya berniat merilis album ketiga berisi 11 lagu pada tahun depan.

[Gambas:Instagram]

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang dan Pasar Batu Akik di Jatinegara hanya dua dari banyak lagi lokasi dalam video musik 'Clouds'.

Rebecca mengatakan kalau tim dari rumah produksi Anatman Pictures yang menawarinya syuting video musik di lokasi-lokasi "ajaib" itu. Sebagai orang yang gemar bertualang, dirinya langsung mengiyakan tanpa berpikir dua kali.

Syuting di TPST Bantar Gebang menurutnya menjadi pengalaman yang paling menarik. Wanita berusia 34 tahun ini mengaku terkejut melihat kenyataan bahwa masalah sampah di Jakarta sangatlah parah.

Sebelumnya, tumpukan sampah di TPST Bantar Gebang sempat juga disorot dunia setelah aktor Hollywood Leonardo DiCaprio mengunggah foto mengenai kondisi gunungan sampah di sana.

"Saya bukannya jijik atau gimana ya saat datang ke sana. Saya justru agak terguncang. Kami datang pagi dan syuting sampai sore, bersamaan dengan truk sampah yang berdatangan dari penjuru Jakarta. Truk-truk besar itu bolak-balik menurunkan sampah, seakan tidak ada habisnya," kata Rebecca dengan mata terbelalak.

"Saya jadi semakin yakin kalau sampah ini menjadi masalah serius yang bisa mengancam kelestarian lingkungan Jakarta, Indonesia, juga dunia," lanjutnya.

[Gambas:Youtube]

Untuk ikut serta menjaga kelestarian alam, Rebecca dan keluarga kecilnya mulai mengadopsi gaya hidup bebas plastik sekali pakai dan hemat listrik serta air.

Selain selalu membawa alat makan kayu atau besi, Rebecca juga merancang rumahnya serba tinggi dan lebar sehingga rumahnya tetap terang dan sejuk tanpa perlu sering menyalakan listrik saat siang hari.

Soal matahari, Rebecca sendiri mengaku kalau dirinya tidak gentar saat harus beraktivitas di luar ruangan. Malah matahari menjadi alasannya untuk hijrah dari Den Haag ke Jakarta pada beberapa tahun yang lalu.

"Saya cinta dengan Den Haag dan selalu pulang ke sana setahun sekali untuk bertemu keluarga. Tapi bener deh, matahari di Indonesia itu gak ada duanya. Saya bisa bebas pakai baju apa aja di sini, musim panas atau hujan. Tapi kalau di Den Haag matahari hanya bersinar beberapa bulan, lalu musim dinginnya panjang banget. Pakai jaket terus kalau di sana," katanya sambil tertawa.

Diving atau snorkeling menjadi kegiatan wisata favorit Rebecca selama tinggal di Indonesia. Hobi wisatanya ini tak berubah meski telah berkeluarga.

Beberapa bulan yang lalu ia baru saja wisata ke Lombok dan Gili Trawangan bersama keluarganya.

Jika urusan album sudah selesai, ia berencana mengajak keluarganya liburan ke Flores.

"Saya sukanya wisata itu yang slow, yang ga perlu buru-buru. Menyelam sepertinya jadi kegiatan yang cocok bagi turis seperti saya. Seakan bisa ngobrol dengan diri sendiri saat berada di dalam air," pungkasnya.


[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)