Sebuah perusahaan start-up berbasis di California, Amerika Serikat, Air Protein, mengembangkan daging yang terbuat dari udara. Daging dari udara ini dibuat dengan menggunakan teknik transformasi karbon untuk membuat protein dan menyerupai daging.
Teknologi yang dikembangkan oleh perusahaan sains berkelanjutan Kiverdi ini terinspirasi dari konsep siklus karbon loop tertutup NASA. Siklus itu mengubah karbon dioksida yang diembuskan oleh para astronot menjadi protein selama menjalani misi di luar angkasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil akhir dari proses ini adalah zat dengan profil asam amino, sama seperti protein daging yang dapat digunakan dalam burger, pasta, sereal, dan minuman.
Menurut Kiverdi, teknologi ini menggunakan 10 ribu kali lebih sedikit tanah dan 2.000 kali lebih sedikit air dibandingkan proses pertanian pada umumnya.
Daging berbasis udara juga bebas dari pestisida, herbisida, hormon, atau antibiotik. Belum diketahui secara pasti bagaimana rasa daging dari udara ini. Rencananya daging dari udara ini mulai bisa dinikmati tahun depan.
"Kita perlu memproduksi lebih banyak makanan dengan mengurangi ketergantungan pada sumber daya tanah dan air. Daging berbasis udara mengatasi masalah sumber daya ini dan banyak lagi." kata CEO Air Protein Lisa Dyson dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Metro.
Menurut Barclays, hingga saat ini, jumlah daging alternatif baru mencapai 1 persen dari keseluruhan industri daging global. Angka ini diprediksi naik pada 2029 menjadi 10 persen.
[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)