Cara Mengatasi Sakit Hati Setelah Putus Cinta

tim, CNN Indonesia | Selasa, 26/11/2019 08:46 WIB
Cara Mengatasi Sakit Hati Setelah Putus Cinta Mengatasi rasa sakit hati memang tak mudah (Istockphoto/Antonio Guillem)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kata orang lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Tapi kata siapa sakit hati gara-gara putus cinta itu tak menyakitkan?

Kehilangan orang yang disayangi, tak ada lagi kehadirannya di hari-hari Anda yang biasanya selalu ditemani si dia bisa saja membuat Anda merasa hampa. Bukan cuma kehilangan si dia, putus juga juuga bisa berarti Anda kehilangan sebagian besar dari diri Anda yang akhirnya akan membuat diri terasa hampa.

Namun jangan biarkan patah hati membuat hidup Anda tak indah lagi, Anda harus mengambil tindakan untuk menyembuhkan patah hati. Memang tak mudah, tapi bukan hal yang mustahil. Berikut adalah cara mengatasi patah hati, dilansir dari Your Tango.
 
1. Sayangi diri sendiri
Ketika putus cinta mungkin Anda akan menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi di masa lalu. Namun jangan biarkan pikiran ini selalu menghantui Anda. Kebiasaan terus menerus menyalahkan diri sendiri malah akan membuat sakit hati sulit untuk disembuhkan.



Sebaliknya, ubah pikiran Anda. Alih-alih berpikir tentang kesalahan yang Anda buat, luangkanlah waktu di saat patah hati untuk fokus merawat dan menyayangi diri Anda. Tanamkan pada pikiran Anda bahwa Anda layak untuk mendapat yang terbaik.
 
2. Luapkan emosi
 Salah satu alasan mengapa putus cinta begitu sulit adalah karena orang menolak untuk bersedih dan mencoba untuk selalu terlihat tegar. Ketika Anda mengabaikan emosi karena putus cinta, maka semua kesedihan, kemarahan, dan rasa sakit hati akan tetap ada di dalam diri.

Rasakan segala emosi dan jangan menahannya, dengan begitu Anda bisa benar-benar melepas sakit hati yang Anda rasakan.
 
3. Jadikan sebagai pelajaran
Putus cinta memang buruk, namun di balik kandasnya hubungan ada pelajaran berharga yang bisa Anda ambil. Jadikan hubungan terdahulu sebagai pelajaran untuk memulai hubungan yang baru, agar di kemudian hari Anda tak akan mengulang kesalahan yang sama.

ilustrasi sakit hatiFoto: Ichirino/Pixabay
ilustrasi sakit hati

 
4. Percaya akan ada yang lebih baik
Patah hati yang Anda alami sekarang mungkin terasa sangat menyakitkan, namun percayalah akan ada rencana yang lebih besar di balik sakit hati yang Anda rasakan. Percayalah bahwa jika dia memang bukan yang terbaik untuk Anda, maka orang yang lebih baik dan lebih tepat akan datang cepat atau lambat.
 
5. Sibukkan diri
Ketika Anda menghadapi patah hati, salah satu solusi terbaik adalah dengan menyibukkan diri dengan kegiatan yang Anda suka. Temui teman-teman Anda dan bersenang-senanglah. Cari hobi baru, lakukan hal-hal yang selalu membuat Anda penasaran namun belum sempat untuk dilakukan.

Kuncinya adalah untuk bersenang-senang dan tidak memikirkan diri Anda, masa lalu, atau masa depan yang hilang setelah Anda putus dengan si dia.
 
6. Beri waktu
Satu hal penting yang tidak bisa dikendalikan ketika Anda berusaha menyembuhkan patah hati adalah waktu. Setiap orang membutuhkan waktu yang berbeda untuk bisa sembuh dari sakit hati.

Jika Anda merasa belum siap, tak perlu terburu-buru untuk menemukan tambatan hati baru. Ketahuilah bahwa menyembuhkan sakit hati merupakan sebuah proses. Berikan diri Anda waktu dan biarkan proses ini berjalan dengan sendirinya. Anda juga harus ingat bahwa buru-buru mencari pacar baru hanya karena ogah sendirian tak akan menyembuhkan patah hati.


7.     Fokus pada apa yang Anda miliki
Menghabiskan waktu dan pikiran untuk si dia yang sudah bukan menjadi milik Anda tak akan membawa perubahan terhadap diri Anda. Sebaiknya, fokuslah untuk lebih menghargai dan menikmati apa yang Anda miliki sekarang.

Anda juga harus bisa menyadari bahwa hidup Anda bukan hanya soal si dia, dan Anda akan bisa lebih mudah menghadapi patah hati. (aul/chs)