Jatuh Cinta Bikin Anda Jadi Lebih Sering Belanja

CNN Indonesia | Jumat, 30/11/2018 09:19 WIB
Jatuh Cinta Bikin Anda Jadi Lebih Sering Belanja ilustrasi pasangan (Tord Sollie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jatuh cinta kerap jadi alasan orang melakukan hal-hal di luar nalar. Rasa yang tak pasti apakah si dia memiliki perasaan yang sama rupanya turut mempengaruhi kebiasaan belanja. Sebuah riset menemukan bahwa mereka yang jatuh cinta alias punya gebetan cenderung suka berbelanja produk yang lebih beragam. 

"Memiliki beragam pilihan menciptakan rasa atas penguasaan lingkungan seseorang dan bertindak sebagai sumber kontrol diri," ucap penulis studi Profesor Irene Huang dikutip dari Metro (25/11). 

Para peneliti pun melakukan beberapa eksperimen yang melibatkan 700 partisipan perempuan dan laki-laki. Huang bersama timnya memeberikan tes dengan meminta partisipan merencanakan pembelian yoghurt di sebuah pertokoan lokal. Para partisipan boleh memilih kemasan berisi lima rasa berbeda atau kemasan dengan rasa yang serupa. 



Setelah pertanyaan ini, mereka juga diminta menjawab pertanyaan tentang kondisi terkini termasuk jika mereka sedang menyukai seseorang. Hasilnya, mereka yang sedang jatuh cinta memilih opsi pertama yakni yoghurt dengan beragam rasa. 

Pada eksperimen kedua, peneliti berkolaborasi dengan peserta workshop penulisan. Peserta dibagi ke dalam dua kelompok yang harus menceritakan kehidupan mereka dengan judul 'Aku Suka Seseorang' atau 'Hariku yang Biasa'. 

Setelah menulis, mereka dipersilakan untuk mengambil empat jenis kudapan manis di antara lima jenis yang disediakan. Seperti eksperimen sebelumnya, mereka yang sedang menyukai seseorang membuat pilihan yang lebih beragam daripada mereka yang tidak. 

"Jatuh cinta kadang memunculkan rasa tidak pasti karena ini belum jelas jika perasaan mereka akan berbalas. Dan pencarian akan keragaman dapat menjadi simbol yang berarti menegaskan kembali kontrol diri," ujar profesor di Nanyang Technological University, Singapura ini. 

Orang , lanjut dia, kadang berasumsi bahwa mereka cukup objektif dalam mengambil keputusan. namun hasrat untuk membuatnya beragam menunjukkan bahwa mereka merasa kurang kontrol untuk tahap apapun dalam hubungan. 


Di sisi lain, rasa cinta dalam diri orang ini dimanfaatkan oleh para pengiklan. Huang mengatakan banyak konsumen memperlihatkan status hubungan mereka di media sosial. Ini pun dimanfaatkan perusahaan dengan menggelontorkan iklan berikut produk yang beragam. 

"Jatuh cinta juga menjadi tema dalam acara televisi atau film, dan perusahaan akan mempromosikan produk dengan bervariasi selama acara atau film berlangsung," imbuhnya. (els/chs)