Hidup Aktif, Kunci Panjang Umur di Usia Senja

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 29/11/2019 21:01 WIB
Hidup Aktif, Kunci Panjang Umur di Usia Senja Ilustrasi. Berwisata bisa menjadi kegiatan yang membuat tubuh dan otak tetap aktif di usia senja. (Foto: Istockphoto/jacoblund)
Jakarta, CNN Indonesia -- Memasuki masa 'pensiun', kebanyakan orang mulai mengurangi aktivitas karena kemampuan fisik yang kian terbatas. Namun, bila ingin berumur panjang, baiknya isi waktu dengan aktif bergerak namun tetap santai dan menyenangkan.

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan di European Heart Journal menemukan, meningkatkan aktivitas fisik pada usia 60 tahun mampu menurunkan risiko terkena serangan jantung dan stroke, dua penyakit yang menjadi penyebab kematian di usia senja. 

Mengutip Medical News Today, sebuah studi yang dipimpin oleh Kyuwoong Kim dari Departemen Ilmu Biomedis Seoul National University, Korea Selatan menganalisis data dari Sekitar 1,2 juta pria dan wanita berusia 60 tahun dan lebih.



Data dikumpulkan oleh National Health Insurance Service (NHIS) yang menyediakan layanan kesehatan kepada sekitar 97 persen penduduk Korea Selatan, dengan melakukan dua tahap pemeriksaan kesehatan individu yaitu pada 2009-2010 dan 2011-2012.

Berdasarkan pemeriksaan, 4 dari 5 peserta tidak aktif secara fisik pada pemeriksaan pertama. Hanya sekitar 22 persen dari keseluruhan peserta yang meningkatkan aktivitas selama masa penelitian.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa peserta yang mengurangi aktivitas fisik setelah setelah usia 60 tahun memiliki risiko 27 persen lebih besar untuk mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah, ketimbang peserta yang aktif bergerak.

Menariknya, ketika orang yang kurang aktif mulai rutin untuk olah fisik sebanyak 3-4 kali seminggu, risiko terkena penyakit jantung turun hingga 11 persen. Sehingga kemungkinan untuk hidup lebih lama menjadi semakin besar.

Hal yang serupa juga berlaku bagi mereka yang menyandang disabilitas. Berdasarkan studi, penyandang disabilitas yang meningkatkan aktivitas fisik dapat mengurangi risiko terserang penyakit kardiovaskular hingga 16 persen.

Sedangkan untuk peserta dengan kondisi kesehatan kronis seperti hipertensi dan diabetes juga memiliki risiko 4-7 persen lebih kecil untuk terserang penyakit jantung atau stroke.


"Sementara orang tua merasa sulit untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur seiring dengan bertambahnya usia, penelitian kami menunjukkan bahwa perlu lebih aktif secara fisik untuk menjaga kesehatan kardiovaskular. Dan ini juga berlaku untuk penyandang disabilitas dan orang dengan kondisi kesehatan kronis," ungkap Kim.

Peneliti menekankan, olahraga di usia senja tak harus olahraga berat. Jalan santai di pagi atau sore hari bisa menjadi pilihan. Bila Anda senang berkebun atau memelihara ikan, kegiatan budidaya bisa membuat tubuh tetap aktif.

Tak hanya itu, memasak, membuat kue, bahkan berwisata bisa menjadi kegiatan yang membuat tubuh dan otak tetap aktif.

[Gambas:Video CNN] (aul/ayk)


BACA JUGA