4 Kelompok Orang yang Rentan Alami Komplikasi Flu Serius

Tim, CNN Indonesia | Senin, 02/12/2019 11:45 WIB
4 Kelompok Orang yang Rentan Alami Komplikasi Flu Serius Ilustrasi. Sejumlah orang lebih rentan alami komplikasi flu yang sebabkan masalah kesehatan serius. (Foto: Istockphoto/Tharakorn)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gejala flu yang meliputi sakit tenggorokan, demam, hidung berair hingga sakit kepala umumnya akan mereda dalam waktu kurang dari dua minggu. Namun, ada kelompok orang yang berisiko terkena komplikasi flu dan alami masalah kesehatan yang serius.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat, bila kebanyakan orang dapat pulih dari flu dalam waktu beberapa hari, ada empat kelompok orang rentan terkena komplikasi flu seperti pneumonia atau bronkitis, yang membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Untuk menghindari komplikasi flu yang serius, orang yang masuk dalam kelompok tersebut direkomendasikan untuk melakukan vaksin flu rutin.



Vaksin flu sendiri dilakukan setahun sekali, disarankan sebelum pergantian musim yang rentan dipenuhi sejumlah penyakit, salah satunya flu.

Melansir Womansday, berikut kelompok orang yang rentan alami komplikasi flu.

1. Masalah kesehatan kronis dan kekebalan tubuh rendah

Jika Anda mengalami kondisi kesehatan kronis seperti asma, penyakit jantung, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), diabetes, atau gangguan darah, hati, atau ginjal, maka Anda lebih berisiko terkena komplikasi serius akibat flu, menurut CDC.

Komplikasi yang mungkin terjadi di antaranya pneumonia, bronkitis, dan infeksi sinus dan telinga.

"Ketika tubuh Anda mengalami masalah kesehatan kronis, sistem kekebalan tubuh sebenarnya sudah kelebihan beban," kata dokter penyakit dalam di Texas Health Presbyterian Hospital Dallas Donna Casey .

Komplikasi yang sama berlaku jika Anda memiliki penyakit penurun kekebalan seperti HIV/ AIDS atau leukemia, termasuk jika menerima obat yang memengaruhi kekebalan seperti kemoterapi, radiasi, atau kortikosteroid kronis.

Casey melanjutkan, komplikasi akibat penyakit flu menjadi lebih mungkin terjadi karena tubuh hanya memiliki sedikit kekebalan untuk melawan flu.


2. Usia 50 tahun ke atas

Seiring bertambahnya usia, kinerja sistem kekebalan tubuh akan menurun dan semakin sulit untuk melawan bakteri maupun virus, sehingga lebih mungkin mengalami masalah kesehatan yang lebih kronis ketimbang orang yang lebih muda.

"Orang di usia lebih dari 50 tahun dapat mengembangkan komplikasi flu seperti bronkitis, pneumonia, atau infeksi bakteri sekunder," jelasnya.

Itu sebabnya, CDC merekomendasikan orang di atas usia 50 tahun untuk melakukan sejumlah vaksin, salah satunya vaksin flu.


3. Bayi dan balita

Imun yang masih belum sempurna membuat anak usia balita, terutama anak berusia kurang dari 2 tahun, rentan terkena komplikasi flu berupa pneumonia atau ensefalopati (sejenis infeksi otak), papar CDC .

Hal ini disebabkan karena imun yang belum berkembang pada bayi membuat tubuhnya tidak bisa melawan infeksi dan akhirnya terkena komplikasi bila tak ditangani dengan tepat.

Sama seperti dewasa, bayi dan balita membutuhkan vaksin flu setahun sekali, dimulai dari usia 1 tahun.


4. Wanita hamil

Kehamilan menyebabkan perubahan pada sistem kekebalan tubuh, jantung, dan paru-paru yang membuat ibu hamil menjadi lebih rentan terhadap komplikasi terkait flu seperti bronkitis dan pneumonia.

Tak hanya itu, ibu hamil yang disarankan untuk menghindari obat, termasuk obat flu rentan membuat flu menjadi semakin parah dan timbulkan komplikasi.

American Pregnancy Association menambahkan, bila tak ditangani dengan tepat, komplikasi serius tersebut akhirnya bisa meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, dan berat lahir rendah.

[Gambas:Video CNN] (ayk/ayk)


BACA JUGA