Orang Gemuk Lebih Berisiko Alami Influenza

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 27/11/2019 11:30 WIB
Orang Gemuk Lebih Berisiko Alami Influenza Ilustrasi flu. (Foto: Istockphoto/puhhha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu penyakit yang paling banyak menginfeksi saat pergantian musim ialah flu. Flu bisa dicegah dengan mengonsumsi makanan bergizi yang dapat meningkatkan imun. Selain itu, vaksin flu juga dapat menjadi pilihan efektif untuk menangkal virus influenza.

Namun, vaksin influenza tampaknya tak bisa memberi perlindungan yang maksimal pada orang yang mengalami kelebihan berat badan. Pasalnya, sebuah penelitian telah menemukan bahwa kelebihan berat badan bisa mengurangi efektivitas dari vaksin influenza.

Melansir Medical Daily, efektivitas vaksin pertama kali diteliti ketika wabah flu melanda sejumlah negara di tahun 2009. Saat itu, infeksi flu didapati lebih buruk pada orang yang memiliki kelebihan berat badan.



"Kami tak pernah melihat hal ini sebelumnya," tutur Stacey Schultz-Cherry, spesialis penyakit menular di St. Jude Children's Research Hospital. "Virus ini bisa tumbuh ke konsentrasi yang lebih tinggi dan menyebar lebih dalam di paru-paru pada orang gemuk, hal yang tak Anda inginkan selama infeksi influenza."

Studi yang dilakukan di University of Maryland juga menemukan bahwa orang yang obesitas tak hanya lebih berisiko terserang virus influenza, tetapi juga dapat menyebarkan virus lebih cepat daripada orang dengan berat badan normal. Berdasarkan penelitian, orang obesitas mengeluarkan lebih banyak virus.

Schultz-Cherry mengatakan, "Orang yang kegemukan atau obesitas memiliki lebih banyak virus yang keluar ketika menghembuskan napas."

Tak hanya 'menampung' lebih banyak virus, orang gemuk didapati juga tak dapat menikmati manfaat maksimal dari vaksin influenza. Menurut profesor nutrisi di University of North Carolina di Chapel Hill Melinda Beck, masalahnya ada dalam sistem kekebalan tubuh mereka.

Beck mengatakan, orang yang kelebihan berat badan mengalami perubahan dalam metabolisme yang akhirnya dapat mempengaruhi berbagai sel, salah satunya sel sistem kekebalan tubuh.


Obesitas atau kegemukan sendiri merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di dunia. Menurut catatan World Health Organization (WHO) pada tahun 2016, sebanyak 39 persen orang berusia 18 tahun ke atas mengalami kelebihan berat badan, sementara itu 13 persen mengalami obesitas.

Obesitas perlu menjadi perhatian, sebab kondisi ini bisa menjadi faktor risiko utama untuk sejumlah penyakit seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, bahkan stres dan depresi.

[Gambas:Video CNN] (aul/ayk)