Camilan Jadi Modal Sosial Masyarakat Indonesia

CNN Indonesia | Kamis, 05/12/2019 06:58 WIB
Camilan Jadi Modal Sosial Masyarakat Indonesia
Jakarta, CNN Indonesia -- Camilan kerap identik dengan momen kebersamaan. Gambaran kehangatan keluarga yang tengah menikmati biskuit bersama kerap tampil di sejumlah iklan televisi.

Bukan sembarangan, hal itu merupakan gambaran asli budaya masyarakat Indonesia. Camilan jadi modal sosialisasi di tengah karakter masyarakat Indonesia yang kolektif.

Hal itu salah satunya dibuktikan oleh hasil jajak pendapat teranyar yang dilakukan Mondelez International. Survei berjudul 'The State of Snacking' ini menemukan sebanyak 86 persen masyarakat Indonesia menganggap momen ngemil sebagai kesempatan untuk menciptakan kebersamaan antara satu sama lain.


Sosiolog Erna Ermawati Chotim mengatakan, camilan bisa menjadi pencair suasana saat berkumpul. Hal itu didukung pula oleh budaya kolektif yang dijunjung tinggi orang-orang Indonesia.

"Karena camilan dinikmati bersama-sama. Jadi, bukan hanya membawa rasa kenyang atau memenuhi kebutuhan nutrisi, tapi juga bisa menyenangkan untuk semua dan menghadirkan kehangatan," kata Erna dalam peluncuran hasil survei di Restoran Kembang Goela, Jakarta, Selasa (3/12).

Sebanyak 88 persen masyarakat Indonesia juga mengaku, dengan berbagi camilan favoritnya, mereka merasa seperti memberikan bagian dari dirinya kepada orang lain. Hal itu membuat mereka merasa lebih terhubung dengan lingkungan sosialnya.

Tak hanya itu, survei juga menunjukkan bahwa 59 persen masyarakat Indonesia memiliki tradisi ngemil bersama setiap harinya. Tradisi ini dianggap sebagai wadah masyarakat untuk bersosilisasi, mempertahankan tradisi keluarga, serta sebagai perantara penghubung antar-individu yang berasal dari latar budaya berbeda.

"Kalau ada keluarga yang punya tradisi ngemil makanan tertentu, pasti tradisi itu akan menjadi kebiasaan yang terus terbawa. Jadi, misalnya si anak kuliah ke luar kota, ia akan membawa tradisi itu dan menularkannya ke lingkungan sosial barunya," jelas Erna.

Survei dilakukan secara daring pada 16-27 September 2019 terhadap 6.068 partisipan berusia 18 tahun ke atas. Partisipan tersebar di 12 negara, termasuk salah satunya Indonesia.

[Gambas:Video CNN] (aul/asr)


BACA JUGA