Tes HIV Mandiri Tak Bisa Jadi Patokan Utama Diagnosis

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 06/12/2019 16:07 WIB
Tes HIV Mandiri Tak Bisa Jadi Patokan Utama Diagnosis Ilustrasi. Beberapa faktor pengganggu, seperti tingkat kesterilan ruang dan alat, membuat tes HIV mandiri tak bisa dijadikan patokan diagnosis. (Istockphoto/ Jarun011)
Jakarta, CNN Indonesia -- Alat tes HIV mandiri tengah viral di media sosial. Dengan menggunakan alat ini, setiap orang bisa melakukan tes HIV seorang diri di rumah.

Namun, bukan berarti diagnosis pasti bisa didapat dari hasil tes HIV mandiri. Diagnosis tetap membutuhkan konfirmasi dari laboratorium.

"Dari standar WHO, hasil tes HIV mandiri itu perlu dikonfirmasi ulang di laboratorium," kata tenaga medis Klinik Angsamerah, Adiyana Esti kepada CNNIndonesia.com, Jumat (6/12). Angsamerah merupakan klinik yang berfokus pada kesehatan reproduksi dan seksual.


Pedoman tes HIV Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, tak ada tes mandiri yang dapat memberikan diagnosis HIV secara menyeluruh. Infeksi HIV hanya bisa dilakukan dengan menggunakan tes yang sesuai dengan standar.

Dokter yang akrab disapa Esti ini menjelaskan, alat tersebut hanya dapat digunakan untuk menguji keberadaan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Tes dilakukan dengan mengambil sampel darah di jari tangan, seperti melakukan tes kadar gula darah. Lalu, alat akan menunjukkan hasil positif atau negatif HIV.

Menurut Esti, alat tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mendeteksi keberadaan virus. Namun, untuk memastikan lebih lanjut tetap membutuhkan pemeriksaan laboratorium dengan pemeriksaan antibodi, antigen, atau kombinasi keduanya.

"Mungkin saja terjadi kesalahan dalam pemeriksaan [HIV mandiri] karena ada ketentuan yang harus diikuti dan [adanya] faktor pengganggu," kata Esti. Faktor pengganggu itu seperti kondisi ruang dan alat yang mungkin saja tidak steril, berapa lama sampel darah berada di luar, dan lain sebagainya.

Jika hasil tes HIV mandiri menunjukkan positif, Esti menyarankan agar segera melakukan pemeriksaan HIV yang sudah tersedia di puskesmas, rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, dan klinik-klinik yang menyediakan.

Pemeriksaan laboratorium akan lebih akurat. Selain itu, jika terbukti positif, maka orang tersebut harus diberikan obat antiretroviral untuk menekan keberadaan virus di dalam tubuh. Obat ini diberikan gratis oleh pemerintah.

"Pemerintah sudah menetapkan jika hasil laboratorium positif, maka harus diberikan ARV pada hari yang sama," ucap Esti.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)