Milenial Anggap Ucapan 'Terima Kasih' Ketinggalan Zaman

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 11/12/2019 09:15 WIB
Milenial Anggap Ucapan 'Terima Kasih' Ketinggalan Zaman Ilustrasi. Studi terbaru menunjukkan, anak muda menganggap bersopan santun seperti mengucapkan terima kasih sebagai perilaku yang ketinggalan zaman. (Istockphoto/Delmaine Donson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mengucapkan permisi, maaf, dan terima kasih merupakan bagian dari sopan santun dalam kehidupan. Namun, studi terbaru menunjukkan, milenial terutama anak muda, menganggap bersopan santun sebagai perilaku yang ketinggalan zaman.

Studi yang dilakukan oleh Privilege ini menemukan sebanyak 84 persen anak muda mengatakan sopan santun seperti mengatakan 'tolong' dan 'terima kasih' merupakan sesuatu yang kuno.

Empat dari 10 anak muda (42 persen) menolak menyerahkan kursi mereka kepada orang yang sudah tua atau wanita hamil di transportasi umum.


Sebanyak 28 persen anak muda juga mengabaikan etika saat sedang mengantre dengan memotong antrean. Sebanyak 53 persen juga tidak memberikan ucapan doa pada seseorang yang bersin.

Selain itu, hanya 16 persen milenial yang menganggap menempatkan siku di meja makan sebagai sesuatu yang tidak sopan. Sebanyak 27 persen anak muda juga menganggap berbicara dengan mulut penuh makanan bukan lah suatu masalah. Sedangkan 38 persen percaya menarik kursi dan mempersilahkan orang duduk merupakan sesuatu yang ketinggalan zaman.

Studi yang dilakukan pada lebih 2 ribu anak muda di Inggris ini menyimpulkan bahwa milenial memiliki kode perilaku yang dianggap lebih penting ketimbang norma yang sudah ada di masyarakat sebelumnya.

Sebagian besar norma itu berhubungan dengan media sosial yang dekat dengan kehidupan milenial. Perilaku buruk itu meliputi membuka telepon atau membaca pesan di media sosial.

Studi ini mendapati milenial punya standar baru yang disebut sebagai sopan santun. Misalnya, 34 persen milenial menyebut ghosting atau menghilang tiba-tiba di media sosial sebagai sesuatu yang kasar.

Sebanyak 54 persen milenial menganggap, menyebarkan masalah orang lain di media sosial sebagai sesuatu yang tidak sopan.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)