Aksi yang kali pertama besar terjadi pada 17 November 2018 itu menolak rencana kebijakan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Ribuan hingga puluh ribuan orang--jika digabungkan seluruh Prancis--turun ke jalan di berbagai kota. Walhasil, salah satu yang terganggu adalah akses transportasi.
Pekan ini, sejumlah serikat pekerja dan asosiasi guru di Prancis menyatakan mogok kerja mulai Kamis (5/12). Walhasil, hampir seluruh moda transportasi umum sampai Menara Eiffel berhenti beroperasi sementara waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan, dengan akses transportasi yang terganggu, usaha-usaha seperti pertokoan pun terganggu bisnisnya. Apalagi tingkat hunian hotel di dekat pusat kota yang menjadi titik demonstrasi.
"Kami turun 10 atau 20 persen dalam pemesanan, tapi beberapa hotel ada yang sampai turun 30 persen," ujar salah satu pemilik hotel di kota Lyon, Laurent Duc, seperti dikutip AFP, Sabtu (7/12).
Duc juga dikenal sebagai ketua serikat hotel nasional di Prancis.
[Gambas:Video CNN]
Operator kereta SNCF memberikan peringatan pada akhir pekan ini, kereta yang bisa dijalankan akan sama seperti dua hari lalu, di mana hanya 10-15 persen yang beroperasi.
Metro Paris juga terganggu dengan hanya dua jaringan rute saja yang bisa beroperasi normal hari ini. Sementara itu Eurostar dan Thalys rail services terpaksa menghentikan sementara layanannya.