Bahaya Toksoplasmosis Bagi Ibu Hamil dan Bayi

Tim, CNN Indonesia | Senin, 09/12/2019 17:28 WIB
Bahaya Toksoplasmosis Bagi Ibu Hamil dan Bayi Ilustrasi. Toksoplasmosis dapat mengganggu pertumbuhan janin sehingga ibu hamil perlu melakukan upaya pencegahan hingga penanganan yang tepat. (Foto: Istockphoto/ Kjekol)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada sejumlah cara yang perlu dilakukan oleh ibu hamil untuk menjaga kesehatan diri dan juga janin. Salah satunya memastikan bahan makanan yang dikonsumsi bersih dan matang agar terhindar dari bahaya toksoplasmosis.

Sayuran dan daging yang mentah atau setengah matang bisa menjadi media penularan penyakit toksoplasmosis.

Toksoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh protozoa Toxoplasma gondii (T.gondii). Protozoa atau hewan bersel satu ini kerap terdapat pada kotoran kucing maupun daging yang belum matang. Sayuran juga bisa terkontaminasi bakteri ini bila terpapar kotoran hewan yang mengandung bakteri, mengutip Alodokter.



Itulah alasan mengapa ibu hamil diminta berhati-hati jika memiliki peliharaan kucing atau konsumsi daging belum matang. Pasalnya, bahaya toksoplasmosis tak hanya mengintai ibu hamil, namun juga janin dalam kandungan.

Infeksi toksoplasmosis pada minggu-minggu awal kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran, bari lahir mati atau bayi lahir cacat.

Walau janin bisa bertahan di tengah paparan bakteri toksoplasmosis, namun toksoplasmosis berpotensi menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, seperti kulit berwarna kekuningan, chrorionitis (infeksi korion atau bagian belakang bola mata dan retina), pembesaran organ hati dan limpa, ruam kulit, kejang, hidrosefalus (penumpukan cairan pada otak), mikrosefalus (kepala tampak lebih kecil), gangguan intelektual, kehilangan pendengaran dan anemia.

Sedangkan pada ibu, toksoplasmosis bisa menimbulkan sejumlah gejala, seperti demam, diare, sesak napas, lemas, timbul ruam, dan sakit kepala. Bila sudah parah, toksoplasmosis dapat menyebabkan gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, pusing, tampak bingung, kejang dan bahkan koma bila protozoa menyebar ke otak.


Bila ibu hamil mengalami sejumlah gejala, terlebih bila memelihara kucing dan hewan peliharaan lain di rumah, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Dokter akan melakukan serangkaian tes seperti tes darah untuk mengetahui apakah ibu hamil terjangkit bakteri serta apakah bayi terkena infeksi atau tidak.

Karena berbahaya, toksoplasmosis perlu dicegah dengan sejumlah cara yakni rajin cuci tangan terutama sebelum memegang bahan makanan, memasak daging hingga matang, dan cuci bahan makanan hingga benar-benar bersih sebelum dimasak atau dikonsumsi.

[Gambas:Video CNN]

(els/ayk)


BACA JUGA