Kenali Risiko dan Gejala Toksoplasma pada Ibu Hamil

Tim, CNN Indonesia | Senin, 02/09/2019 17:09 WIB
Kenali Risiko dan Gejala Toksoplasma pada Ibu Hamil Tes darah menjadi cara paling efektif untuk mendeteksi toksoplasma. Foto: Pexels/Pixabay
Jakarta, CNN Indonesia -- Toksoplasma bisa menjadi penyakit yang menakutkan bagi ibu hamil. Pasalnya, penyakit ini tidak menyerang sang ibu, melainkan janin yang ada dalam kandungan.

Toksoplasma timbul akibat infeksi parasit toxoplasma gondii. Toxoplasma gondii tidak menular antar manusia, kecuali dari ibu ke janinnya melalui plasenta. Parasit tersebut hidup dalam hewan berdarah panas seperti kucing, anjing, sapi, kambing, kelinci, serta babi.


Ibu hamil berisiko terinfeksi penyakit ini bila sering bersentuhan kotoran kucing atau hewan peliharaan, gemar makan sayuran mentah, konsumsi buah tanpa dicuci, makan daging setengah matang, atau berkebun di tanah dengan kotoran hewan.

Risiko pada janin



Pada orang sehat, toksoplasma umumnya hanya menyebabkan penyakit ringan dengan gejala yang mirip dengan flu. Bahkan, beberapa orang tidak merasakan gejala atau sakit apapun. Namun bagi ibu hamil, toksoplasma membawa sejumlah gejala dan risiko kesehatan bagi janin.

Menurut Center for Disease Cintrol and Prevention (CDC) dalam situs resminya, sebagian besar bayi yang terinfeksi tidak memiliki gejala saat lahir tetapi dapat mengalami gejala serius di kemudian hari, seperti kebutaan atau cacat mental.

Kadang-kadang, bayi yang terinfeksi juga mengalami gangguan penglihatan atau kelainan otak seperti hidrosefalus. Efek lain yang juga mungkin dialami bayi ialah gangguan dalam belajar serta masalah pendengaran.

Untuk itu, CDC menyarankan wanita untuk menjalani tes toksoplasma sebelum merencanakan kehamilan. Termasuk memantau perkembangan janin selama kehamilan.

Gejala toksoplasma pada ibu hamil

Sebagian ibu hamil ditemukan tidak mengalami gejala tertentu, sampai akhirnya diketahui saat ibu menjalani tes darah rutin selama kehamilan. Namun, ada beberapa gejala yang mungkin timbul akibat infeksi parasit ini.

1. Demam

Demam merupakan alarm tubuh saat terinfeksi bakteri, virus, maupun parasit. Tak hanya toksoplasma, demam bisa menjadi gejala umum dari penyakit lainnya, seperti flu.

Umumnya, demam akibat toksoplasma berkisar antara 38-39 derajat celcius dan berlangsung lama. Walau demam umumnya tak berbahaya, namun ibu hamil perlu waspada. Sebab demam tinggi sangat berisiko pada janin, terutama di trimester pertama. Obat demam pun tak boleh sembarang dikonsumsi kecuali atas rekomendasi dokter.

2. Kelelahan

Lelah bisa menjadi pertanda tubuh sedang melawan infeksi. Rasa lelah akibat infeksi biasanya timbul walau ibu hamil tidak melakukan aktivitas berat.

Pada ibu hamil, kelelahan akibat infeksi toksoplasma umumnya juga diikuti dengan demam, sakit kepala, dan terkadang radang tenggorokan.


3. Mata berkunang-kunang

Sejumlah orang mengalami gangguan penglihatan seperti mata berkunang-kunang atau ada awan yang mengganggu penglihatan sebagai gejala toksoplasma pada ibu hamil.

Bila beberapa gejala toksoplasma dirasakan sekaligus, baiknya ibu hamil segera memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya, toksoplasma tidak memiliki gejala khas, satu-satunya yang bisa mendeteksi adanya infeksi ialah dengan melakukan tes darah.

[Gambas:Video CNN]

(ayk/ayk)