Churchill belajar membuat makanan penutup sejak tiga tahun lalu. Ia mendeskripsikan diri sebagai ilusionis makanan, di mana secara berkala ia melakukan transformasi tak terduga seperti mengubah kue menjadi spons dapur kotor, atau parfait segar menjadi jeruk busuk, atau panna cottas jadi asbak lengkap dengan beberapa puntung rokok.
Ia mengaku belajar teknik standar pembuatan kue-kue secara otodidak. Suatu hari, Churchill memutuskan mencoba membuat cokelat yang dibentuk seperti buah lemon, dan sejak itu, ia bergairah membuat lebih banyak ilusi makanan.
Salah satu karya chef Ben Churchill. (screenshoot via Instagram/@chefbenchurchill) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya suka melihat reaksi [di media sosial], baik dan buruk, tetapi pada akhirnya saya ingin menginspirasi orang untuk melanggar peraturan," ujar Churchill lagi.
Misalnya, potongan keju yang sebenarnya adalah cheesecake vanila yang diberi sentuhan mint, atau cabai merah dan hijau yang dibuat dari kue cokelat. Bahkan, Churchill membuat baut dan mur raksasa dari makanan penutup berbahan cokelat dan pisang.
Pada Juli 2019, Churchill mempublikasikan buku masak berjudul 'Food Illusions Vol. 1 The Revision' yang menampilkan foto-foto mengesankan. Sebelumnya, pada 2017 ia melahirkan buku 'Food Illusions Vol. 1'. (rea)
Salah satu karya chef Ben Churchill. (screenshoot via Instagram/@chefbenchurchill)