Cara Membersihkan Rumah Agar Sehat Usai Diterjang Banjir

tim, CNN Indonesia | Kamis, 02/01/2020 10:37 WIB
Ketika banjir mulai surut di beberapa tempat, kini saatnya membersihkan rumah agar bebas penyakit dan lumpur. Ketika banjir mulai surut di beberapa tempat, kini saatnya membersihkan rumah agar bebas penyakit dan lumpur. (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banjir perlahan mulai surut, meski curah hujan masih diprediksi tinggi sampai beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan khusus wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berpotensi turun hujan disertai petir pada siang jelang sore hari.

Hanya saja, di beberapa tempat, banjir perlahan sudah mulai surut dan menyisakan lumpur pekat dan lengket di sekeliling rumah.

Agar tak jadi sarang penyakit, rumah dan perabot yang kena banjir harus dibersihkan segera.


"Yang paling penting untuk dipertimbangkan sebelum masuk ke rumah setelah banjir adalah keamanan," kata Ed Weingartner, kepala eksekutif Dynamic Restoration, sebuah perusahaan pemulihan bencana di West Chester, dikutip dari New York Times.

"Jika Anda memiliki banyak air di ruang bawah tanah, maka sebaiknya telepon perusahaan listrik dan beritahu mereka untuk putuskan listrik sementara. Anda juga bisa meminta tulang listrik untuk memeriksa listrik dan memastikan itu aman."


"Kandungan bakteri tidak selalu jadi masalah, tapi itu bisa jadi masalah."

Begitu banjir surut, Weingartner berkata bahwa rumah harus dikeringkan secepat mungkin.

Dia menambahkan bahwa jamur akan mulai tumbuh dalam 48-72 jam akibat lingkungan dan rumah yang lembap.

Jeffrey Gross, manajer regional untuk Maxons Restorations di Manhattan mengatakan bahwa ada tiga metode untuk mengeringkan rumah akibat banjir. Yang paling utama adalah memberikan sirkulasi udara untuk mengeringkannya.

Metode lain yang bisa dipakai adalah dengan menggunakan dehumidifier.


"Dehumidifier digunakan untuk menghilangkan kelembapan yang 'tertanam' di dalam perabot rumah atau tembok," katanya.

"Jika Anda memiliki lantai kayu, atau jika ada frame kayu dan sudah jenuh air, maka dehumidifier akan menarik uap air dari kayu."

Sementara itu pastikan untuk membuka jendela dan pintu rumah ketika memakai kipas angin agar kelembapan lebih cepat hilang. Namun sebaliknya ketika memakai dehumidifier pastikan semua jendela dan pintu tertutup.

Gross mengatakan bahwa dehumidifier akan mengurangi kelembapan relatif sampai 20 persen.

Pendingin ruangan juga bisa dipakai untuk mengeringkan ruangan dalam rumah. Tutup semua pintu dan jendela agar AC ruangan jadi efektif.

"Udara hangat akan menahan kelembapan lebih banyak dibanding udara dingin," kata Gross.

Setelah rumah dingin dan udaranya kering, matikan AC dan nyalakan pemanas ruangan. Ketika suhu sudah ulai menghangat, matikan penghangat ruangan dan nyalakn AC sampai semua udara hangat hilang. Ulangi siklus tersebut sampai rumah benar-benar kering.

"Hanya saja jangan biarkan panas terlalu lama agar tak kepanasan dan mengubah rumah Anda menjadi seperti rumah kaca."

Jika rumah tak cukup cepat kering dan jamur mulai tumbuh maka Anda harus cepat membersihkannya.

"Lepaskan semua jamur dari tembok dengan cara menggosoknya. Gunakan deterjen yang kuat dan pemutih. Namun pastikan untuk memakai sarung tangan dan respirator N95." (chs)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK