Mitos Gerhana Bulan: Manusia Serigala, Jaguar dan Nasib Buruk

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 11/01/2020 08:57 WIB
Sama seperti gerhana bulan, gerhana bulan juga dipenuhi dengan berbagai mitos unik yang menarik. Sama seperti gerhana bulan, gerhana bulan juga dipenuhi dengan berbagai mitos unik yang menarik. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah 'tersapu' gerhana matahari beberapa waktu lalu, pada Sabtu (11/1) masyarakat Indonesia bakal disuguhi pemandangan gerhana bulan.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gerhana bulan sebagian dan gerhana bulan penumbra mulai terlihat pada dini hari sekitar pukul 00.05 WIB. Puncaknya terjadi pada pukul 02.10 WIB dan berakhir pukul 04.14 WIB.

Fenomena gerhana bulan termasuk fenomena alam. Ini bisa dijelaskan secara ilmiah yakni peristiwa matahari, bumi dan bulan dalam posisi sejajar. Namun peristiwa ini pula tak lepas dari mitos menarik.


1. Cerita manusia serigala

Masih ingat sekuel film 'Twilight'? Salah satu tokoh yang cukup menonjol yakni Jacob Black digambarkan adalah sosok manusia serigala alias werewolf. Cerita ini mengambil mitos umum yang masih beredar hingga kini. Saat gerhana bulan, werewolf akan makin kuat dan haus darah.

Akan tetapi hingga kini tak ada bukti nyata keberadaan werewolf. Hanya saja, mitos seolah terus hidup karena beberapa cerita dalam film mengambil inspirasi dari sini termasuk karakter Remus Lupin di film 'Harry Potter'.



2. Bulan dimakan jaguar

Peristiwa gerhana bulan tampak seolah bulan menghilang tertelan makhluk lain. Dalam budaya Inca kuno, ada kepercayaan bahwa bulan dimakan jaguar saat gerhana. Menurut E.C. Krupp, direktur Griffith Observatory, Los Angeles, California banyak budaya kuno menilai peristiwa gerhana baik gerhana bulan maupun gerhana matahari adalah hal buruk.

Ketakutan orang Inca, jaguar bakal menyerang tanah mereka. Untuk mencegah hal ini terjadi, mereka pun membuat 'keributan' dengan menggerakkan tombak juga membuat anjing peliharaan mereka menggonggong.

3. Serangan terhadap raja

Melansir dari Life Hacker, dalam budaya Mesopotamia kuno, gerhana bulan ditafsirkan sebagai serangan terhadap raja. Sebuah strategi pun dijalankan. Seseorang diminta menjadi raja palsu dan raja sebenarnya bakal disembunyikan di suatu tempat hingga gerhana bulan berlalu. Raja palsu ini bakal menghilang dan raja yang asli pun aman.

4. Bawa nasib buruk

Buat sebagian orang India, gerhana bulan bisa membawa nasib buruk. Makanan dan air ditutup dan ritual pembersihan dilakukan. Untuk ibu hamil tidak boleh makan atau melakukan pekerjaan rumah tangga. Mereka diharapkan fokus melindungi anak dalam kandungan.

Di samping itu, dalam tradisi Hindu, disarankan untuk tidak berhubungan intim saat gerhana bulan. Hubungan intim saat gerhana bulan dianggap hanya akan mengumpulkan energi negatif.


5. Tidak boleh melihat gerhana bulan dengan mata telanjang

Saat peristiwa gerhana matahari, orang disarankan untuk menggunakan alat bantu termasuk teleskop atau dengan kacamata khusus. Banyak orang menganggap hal ini pun berlaku untuk gerhana bulan, padahal tidak demikian. Anda aman-aman saja jika ingin memandang gerhana bulan tanpa perlengkapan khusus. (els/chs)