Luhut: Tak Boleh Ada Ketakutan Bagi Turis ke Indonesia

CNN Indonesia | Kamis, 16/01/2020 16:27 WIB
Luhut: Tak Boleh Ada Ketakutan Bagi Turis ke Indonesia Foto areal pantai bukit Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan pemerintah tengah menyusun strategi agar semakin banyak turis mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Salah satunya dengan meningkatkan keamanan.

Berkaca dari pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) di Abu Dhabi awal pekan ini, Luhut mengatakan, jumlah turis yang berkunjung ke negara bagian Uni Emirat Arab per tahun itu terbilang besar.

Alasannya tak ada rasa takut bagi para turis yang akan berkunjung.


"Selain perbaikan infrastruktur, pendidikan, kita harus ciptakan rasa aman ke semua orang. Kemarin waktu presiden tanya ke Mohammed bin Zayed kenapa Abu Dhabi turisnya banyak, satu jawaban beliau; ndak ada fear, tidak ada ketakutan," ujar Luhut usai rapat koordinasi dengan sejumlah kementerian terkait pariwisata di kantor wakil presiden, Jakarta, Kamis (16/12).

Ia menuturkan, jumlah turis yang berwisata di Abu Dhabi mencapai 29 juta orang per tahun. Sementara jumlah turis yang transit di bandara atau memilih untuk tinggal hampir 120 juta orang.

Menurut Luhut, besarnya jumlah turis ke Abu Dhabi ini tak lepas dari rasa aman yang dijamin oleh pemerintah setempat.

Kendati demikian, alih-alih fokus pada besarnya jumlah turis yang datang, kata dia, pemerintah bakal meningkatkan kualitas turis dan lama tinggal mereka di Indonesia.

"Kita mau bicara (target) 20 juta atau berapa saja terserah. Tapi kualitas turis dan lama tinggal itu penting. Kita pikirkan juga bagaimana spot turis yang banyak supaya orangnya pengen datang ke Indonesia," katanya.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin berpesan agar seluruh kementerian/lembaga terkait bersinergi dalam mengembangkan sektor pariwisata.

Maruf meminta agar seluruh pemangku kepentingan memperhatikan berbagai penunjang yang bisa menggenjot potensi wisata Indonesia.

"Penyiapan dan perencanaannya, menyangkut infrastruktur, penunjang, pengadaan BBM, listrik, internetnya, dan sekuritinya," ucap Ma'ruf.

Ketua Umum MUI nonaktif ini juga menekankan pentingnya promosi pariwisata Indonesia.

"Bagaimana promosi ini perlu koordinasi berbagai kementerian dan lembaga terkait," imbuhnya.

Dalam rapat tersebut, turut hadir di antaranya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, dan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar.

[Gambas:Video CNN] (pris/ard)