5 Panduan Keamanan Wisata Kapal

CNN Indonesia | Selasa, 21/01/2020 15:32 WIB
5 Panduan Keamanan Wisata Kapal Ilustrasi. (Dok. 851878/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapal pinisi yang membawa rombongan wartawan peliput kegiatan Presiden Joko Widodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, tenggelam di perairan antara pulau Bidadari dan Waececu pada Selasa (21/1).

Kecelakaan laut yang tak memakan korban jiwa itu diakibatkan oleh angin kencang dan gelombang tinggi yang membuat kapal langsung terbalik dan menumpahkan isinya.

KM Plataran Bali Phinisi yang ditumpangi enam wartawan dioperasikan oleh grup Plataran Hotel and Resorts.


Jaringan hotel mewah itu memang memiliki layanan penginapan dan pesiar di sekitar Flores dan Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur serta Pulau Menjangan dan Selat Bali di Bali, juga di Kepulauan Seribu, Jakarta.

Untuk pinisi, ada empat jenis yang disediakan, yakni; Felicia, Ambasi, Komodo, dan Bali.

Jenis kapal dibedakan oleh kapasitasnya, mulai dari empat sampai 12 orang belum termasuk kru. KM Plataran Bali Phinisi merupakan kapal terkecil dengan kapasitas empat orang.

Selain Plataran, jaringan hotel Ayana juga memiliki layanan wisata pinisi dengan rute yang kurang lebih sama.

Ada banyak juga agen perjalanan yang menjual wisata pinisi. Di situs penjualan tiket dan kamar hotel seperti Traveloka, pemesanannya juga bisa dilakukan.

Mahal atau murahnya harga tergantung durasi dan fasilitas di atas kapal yang ingin dinikmati.

Bagi yang berencana wisata pesiar kapal, berikut sejumlah hal yang patut diperhatikan seperti yang dikutip dari American Sailing Association dan berbagai sumber lainnya:

1. Musim tepat

Laut yang tenang, angin yang sepoi-sepoi, dan matahari yang bersinar cerah dirasa menjadi waktu yang tepat untuk berlayar.

Ikuti anjuran keselamatan yang resmi. Jangan memaksakan diri berlayar setelah ada ramalan cuaca buruk, meski di darat cuaca masih terlihat cerah.

2. Pakaian dan bawaan simpel

Kenakanlah pakaian yang simpel saat berlayar, bisa juga mengenakan baju renang sebagai dalaman serta kaus dan celana pendek (atau panjang bagi yang Muslim) sebagai luarannya.

Siapkan juga jaket anti angin (windbrekker) karena angin di tengah laut bisa sangat kencang.

Jangan terlalu membawa banyak barang, terutama yangberharga selama berlayar. Kemas barang seringan mungkin.

Sama dengan pakaian, kemas barang dalam tas berbahan mudah kering.

3. Isi perut

Makan dan minum secukupnya selama berlayar, karena terik matahari dan terpaan angin pasti bakal membuat tubuh cepat dehidrasi dan lelah.

Kalau minum alkohol, jangan berlebihan menyesapnya selama berlayar karena tubuh bakal cepat capek.

4. Bawa peralatan snorkeling pribadi

Bawalah perlengkapan snorkeling pribadi jika berencana melakukan penyelaman selama berlayar. Tidak semua perlengkapan snorkeling di tempat penyewaan bakal pas di badan seseorang.

Kalau terpaksa menyewa, cobalah perlengkapan sebelum berangkat berlayar, sehingga kegiatan penyelaman bakal lebih nyaman dan aman.

5. Persiapkan diri

Jika berlayar di masa peralihan musim hujan ke musim panas, angin kencang dan ombak tinggi bisa dipastikan datang.

Kenakan jaket pelampung selama kapal melaju. Simpan jaket pelampung dekat tempat duduk jika sedang tak ingin dikenakan.

Bukan menakut-nakuti, namun persiapkanlah rencana jika kejadian buruk datang.

Kalau masih belum yakin mengenai faktor keselamatan kapal, tunda keinginan berlayar dan pilih kapal lain yang lebih mengutamakan keselamatan dibandingkan harga yang murah.


[Gambas:Video CNN]


(ard/ard)