Takut Virus Korona, Korea Utara Larang Turis Berkunjung

CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 14:15 WIB
Takut Virus Korona, Korea Utara Larang Turis Berkunjung Turis asal China berfoto di depan Monumen Three Charters di Pyongyang, Korea Utara. (Ed JONES / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Utara melarang kedatangan turis mancanegara demi melindungi penduduknya terhadap wabah virus baru mirip SARS yang telah menewaskan sedikitnya sembilan orang di China dan membuat ratusan orang jatuh sakit, kata agen wisata setempat.

Beberapa negara termasuk Amerika Serikat (AS) telah meningkatkan pemeriksaan terhadap penumpang di bandara untuk mendeteksi virus korona, yang pertama kali muncul di kota Wuhan, sentral di China.

Namun larangan kunjungan turis seperti yang dilakukan negara Kim Jong Un ini menjadi yang pertama di dunia.


Coronavirus telah menimbulkan kekhawatiran di China dan banyak negara karena kesamaan genetiknya dengan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS), yang menewaskan hampir 650 orang di seluruh daratan Cina dan Hong Kong sepanjang tahun 2002 sampai 2003.

Sebagian besar turis mencanegara yang berwisata ke Korea Utara adalah penduduk China, dan jumlah mereka naik secara signifikan pada tahun lalu karena hubungan antara Beijing dan Pyongyang menghangat, menghasilkan pendapatan yang besar bagi negara yang terisolasi itu.

Tetapi mulai hari Rabu (22/1), Korea Utara akan "sementara menutup perbatasannya untuk semua turis mancanegara sebagai tindakan pencegahan terhadap virus korona", kata salah satu agen perjalanan ke Korea Utara terbesar yang berbasis di China, Young Pioneer Tours, dalam sebuah pernyataannya.

Hingga saat ini durasi larangan berkunjung belum dikonfirmasi lebih lanjut, tambahnya.

Hal yang sama sempat dilakukan pemerintah Korea Utara saat virus ebola mewabah pada bulan Oktober tahun 2014.

Mereka menutup perbatasannya dari pendatang selama lebih dari empat bulan, meskipun tidak ada wabah yang melanda Asia.

Saat itu mereka memberlakukan masa karantina 21 hari kepada pendatang yang memasuki negara itu, termasuk diplomat asing dan pengusaha.

Surat kabar resmi Pyongyang, Rodong Sinmun, tidak menyebutkan lebih lanjut langkah lanjutan Korea Utara atas penanganan virus korona.

Korea Utara memiliki infrastruktur medis yang buruk dan kekurangan obat-obatan.

Ketika Korea Selatan dilanda virus MERS pada musim panas 2015, Korea Utara dilaporkan melarang para diplomat dan pekerja di luar negeri untuk kembali ke negara mereka selama berbulan-bulan demi mencegah penyebaran virus.

Pyongyang juga menangguhkan operasional agen wisata yang membawa turis mancanegara selama tiga bulan karena kekhawatiran akan wabah SARS pada tahun 2003.

[Gambas:Video CNN]

(AFP/ard)