China Laporkan 17 Orang Meninggal karena Virus Corona

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 22/01/2020 23:59 WIB
China Laporkan 17 Orang Meninggal karena Virus Corona Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional Soekarno Hatta. Tangerang, Rabu, 22 Januari 2020. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona atau coronavirus dilaporkan pemerintah China pada Rabu (22/1) telah mencapai 17 orang. Sejauh ini wabah dengan gejala batuk, kesulitan bernapas, dan radang paru-paru ini telah melanda Amerika Serikat, Taiwan, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Makau.

Wuhan di provinsi Hubei, China, lokasi yang diduga asal mula penyebaran virus corona, sedang diupayakan steril oleh otoritas setempat. AFP melaporkan acara publik dibatalkan dan pertandingan sepak bola internasional dipindah ke lokasi lain.


Pengunjung diimbau tidak datang, sementara warga setempat disarankan tidak meninggalkan Wuhan yang tercatat dihuni 11 juta penduduk.


"Bila tidak penting kami menyarankan jangan datang ke Wuhan," kata Walikota Wuhan, Zhou Xianwang, kepada media setempat CCTV.

Wakil Menteri Kesehatan China, Li Bin, saat konferensi pers di Beijing mengatakan penyakit karena virus corona sebagian besar ditularkan melalui saluran pernapasan dan dia menyebut ada kemungkinan virus itu bermutasi.

Sebanyak 500 kasus virus corona sudah tercatat di China, sebagian besar, yakni 444 orang berada di Hubei. Kota besar di China seperti Beijing, Shanghai, Chongqing, dan provinsi lain di utara, tengah, dan selatan China telah melaporkan keberadaan kasus virus corona.

China mengungkap jumlah korban jiwa karena virus corona atau yang dinamakan 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) telah meningkat menjadi 17 orang dari sebelumnya sembilan orang.

[Gambas:Video CNN]


Li mengatakan belum bisa dipastikan secara resmi sumber virus corona. Virus ini menjadi perhatian khusus sebab memiliki kesamaan genetik dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang pernah merenggut nyawa 650 orang di China dan Hong Kong pada 2002-2003.

"Kami akan mengembangkan upaya penelitian untuk mengidentifikasi sumber dan penyebaran wabah ini. Kasus ini kemungkinan besar berkaitan dengan Wuhan," kata Li. (fea)