5 Jalan Keluar Saat Tak Enak Badan Kala Berwisata

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 17:55 WIB
5 Jalan Keluar Saat Tak Enak Badan Kala Berwisata Ilustrasi.(iStock/PhotoTalk)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga orang turis mancanegara diobservasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali, pada Jumat (24/1) atas dugaan terpapar virus Corona.

Di hari yang sama, satu orang warga negara Indonesia juga diduga terinfeksi virus Corona dan saat ini tengah diobservasi di Rumah Sakit Yulianti Saroso, Jakarta.

Virus corona yang menyebabkan wabah pneumonia di China berasal dari Wuhan dan hingga hari ini menyebabkan 26 meninggal dunia dan ratusan lainnya terinfeksi.


Selain di China, penderita yang terinfeksi juga ditemukan di negara Taiwan, Makau, Amerika Serikat, Thailand, dan Vietnam.

Destinasi wisata di Indonesia yang ramai dikunjungi turis asal China maupun disinggahi penerbangan dari Negara Tiongkok - seperti Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan, saat ini tengah bersiap menghadapi serangan virus Corona.

Salah satu jaringan hotel internasional yang buka di Indonesia, Marriott International, ikut menyatakan bahwa pihaknya turut siap menghadapi penyebaran virus tersebut.

"Saat ini Marriott International terus memantau situasi dengan seksama sehubungan dengan kasus virus Corona di Wuhan dan kota-kota lain. Keselamatan tamu dan staf kami merupakan prioritas dan kami secara proaktif mencari informasi tentang rekomendasi dan saran dari otoritas kesehatan terkait.

"Hotel-hotel kami akan taat mengikuti pedoman dari otoritas setempat dan mengambil langkah-langkah untuk menjaga standar kebersihan terbaik. Langkah-langkah pencegahan termasuk meningkatkan frekuensi pembersihan area hotel, menyediakan cairan disinfektan tangan dan mengambil tindakan kesehatan serta keselamatan lain yang sesuai," bunyi keterangan resmi dari Marriott International yang diterima oleh CNNIndonesia.com pada Jumat (24/1).

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Bandara Soekarno - Hatta, Anas Ma'ruf, menyarankan agar turis yang hendak berlibur menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang batuk atau pilek.

"Senantiasa menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) seperti menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin, mencuci tangan dengan sabun, tidak bertukar botol atau alat makan," ujarnya.

Saat sedang berwisata dan mendadak terserang sakit menular seperti batuk atau pilek, janganlah panik karena ada sejumlah cara sederhana untuk keluar dari situasi tak menyenangkan itu:

1. Mandi dan ganti baju

Walau sedang dalam nuansa liburan plus badan tak enak badan, sesampainya di tempat penginapan jangan malas mandi dan mengganti baju.

Mandi air hangat bisa jadi pilihan. Selain menyegarkan, air hangat juga membantu mengusir kuman yang menempel di badan.

Kalau ada layanan mencuci baju dan harganya pas di kantong, tak ada salahnya mencuci seluruh baju kotor sebelum dibawa pulang ke rumah.

2. Minum air putih

Air bervitamin atau jus buah memang banyak khasiatnya, namun air putih juga jangan dilupakan.

Perbanyak minum air putih bila merasa tak enak badan saat wisata, terutama saat berkegiatan di luar ruangan dan matahari tengah bersinar dengan terik.

3. Cari apotek dan tempat pengobatan resmi

Jangan takut untuk mencari obat pereda sakit ke apotek di destinasi wisata, tapi pastikan kalau apotek tersebut resmi.

Kalau sakit lebih parah, bisa datang ke klinik atau rumah sakit. Sama seperti apotek, cari tempat pengobatan resmi. Siapkan asuransi kesehatan pribadi jika ada.

Kalau sedang berada di luar negeri dan sakit semakin parah, segera hubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia setempat untuk meminta pertolongan.

4. Wisata santai

Tak ada salahnya membuat jadwal kegiatan wisata jadi lebih santai saat sedang tidak enak badan.

Lebih baik pulang dalam keadaan sehat daripada pulang dalam keadaan lebih sakit.

Pilihan kegiatan wisata yang lebih santai seperti tur bus wisata, museum, atau kegiatan wisata yang lebih banyak duduk dan berada di tempat teduh.

5. Tidur lebih cepat

Usahakan tidur lebih cepat saat tubuh terasa tidak fit di tengah perjalanan wisata.

Pulang ke tempat penginapan lebih cepat juga menghindari pemaparan batuk atau pilek kepada turis lain.


[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)